Wimbledon Banjir Protes

Wimbledon Banjir Protes

- Sport
Kamis, 05 Jul 2007 03:15 WIB
Wimbledon Banjir Protes
London - Jadwal pertandingan grand slam Wimbledon dinilai banyak ditemui keanehan. Tak pelak hal ini menjadi sorotan para kontestan, plus sedikit protes.Ya, jadwal laga Wimbledon memang berbeda dari turnamen lainnya. Hari Minggu dikosongkan untuk memberi kesempatan para petenis berisitirahat.Cukup menggiurkan memang, namun jika kondisi cuaca tidak mendukung bisa lain ceritanya. Rafael Nadal dan Robin Soderling adalah contoh dari sekian banyak petenis yang merasa dirugikan karena kondisi cuaca dan jadwal pertandingan yang 'aneh'."Saya tidak tahu kenapa mereka meniadakan pertandingan hari Minggu," tanya Nadal seperti dilansir Yahoosports, Kamis (5/7/2007)."Cuaca padahal cukup menunjang, malah lebih baik dari kemarin, Senin lalu dan hari ini. Sangat tidak menguntungkan bagi petenis," imbuhnya.Nadal memang pantas memberikan protes. Soalnya ia berambisi untuk bisa tampil di final dan agar bisa mewujudkannya unggulan kedua asal Spanyol ini terpaksa bermain tanpa istirahat hingga partai puncak nanti.Pertanyaan yang sama juga diutarakan Novak Djokovic. Menurutnya pihak penyelenggara tidak menghargai petenis dengan pembuatan jadwal tanpa pertandingan di hari Minggu itu.Belum lagi masalah penundaan pertandingan karena hujan. "Menunggu di ruang loker bisa membuat semangat runtuh. Kebosanan jadinya mengambil alih. Kami bisa tampil jelek setelahnya," ujar Andy Roddick yang mendukung protes rival-rivalnya itu.Tak hanya kalangan petenis yang masih aktif, para pensiunan pun juga tak ketinggalan mengecam penyelanggara grand slam Wimbledon karena permasalahan jadwal ini.John McEnroe adalah salah satunya. "Sepertinya ada susunan jadwal yang amburadul. Ujung-ujungnya hal ini membuat para petenis memikul resikonya sendiri," ujar mantan petenis nomor satu dunia asal Amerika serikat itu.Namun mau tak mau para petenis harus menerima setiap jadwal yang ditetapkan, meskipun hanya tampil untuk 15 menit saja, atau bahkan kurang. Protes kemungkinan hanya menjadi bahan evaluasi untuk tahun berikutnya."Turnamen ini memang tidak bisa dipercaya," pungkas Nadal. (ian/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads