Nadal-Borg Amat Spesial Buat Federer
Senin, 09 Jul 2007 02:48 WIB
London - Sebelas gelar Grand Slam telah dikoleksi Roger Federer. Titel Wimbledon yang baru diraih petenis Swiss itu dirasakan sangat istimewa karena menyangkut Rafael Nadal dan Bjorn Borg."Setiap kemenangan adalah spesial, tapi bermain melawan seorang juara seperti Rafa dan menyamai rekor Bjorn membuatnya sangat spesial," ujar Federer dalam pidato kemenangannya, Minggu (8/7/2007).Petenis nomor satu dunia itu untuk keempat kalinya berhasil mempertahankan gelar juara Wimbledon setelah mengalahkan Nadal dalam pertarungan lima set 7-6 (9/7), 4-6, 7-6 (7/3), 2-6, 6-2, yang menghabiskan waktu tiga jam 45 menit.Nadal tampaknya begitu disegani Federer karena selalu menjadi lawan paling sulit untuk petenis nomor satu dunia itu. Bahkan Federer masih kalah dalam rekor perjumpaan mereka, yakni 5-8.Nadal pula yang menghambat ambisi Federer untuk menjuarai satu-satunya turnamen Grand Slam yang belum pernah ia menangi, Prancis Terbuka. Di tahun 2005 Federer ditekuk pemuda Spanyol itu di semifinal, lalu dihentikan di babak final dalam dua tahun terakhir."Rafa pemain fantastis yang akan beredar lebih lama daripada saya. Jadi, saya senang bisa menang lagi sebelum dia mengambil semuanya," puji Federer tentang petenis nomor dua dunia itu."Ini pertandingan yang sangat ketat. Di depan net saya katakan pada Rafa bahwa dia juga pantas memenangi pertandingan ini. Hari ini saya hanyalah orang yang beruntung."Lebih detil Federer menilai Nadal makin piawai bermain di lapangan rumput. Tahun lalu mereka juga bertarung di final, Federer menang dalam empat set. Ini berarti Nadal tidak semata-mata diperhitungkan sebagai 'raja lapangan tanah liat'."Dia seorang pemain yang bagus di babak manapun, di lapangan jenis apapun. Dia layak memperoleh titel juara di sini. Dia tidak ada jeleknya dan saya menaruh respek tertinggi buat dia."Menyangkut Borg, sukses Federer tahun ini berarti ia telah lima kali berturut-turut menjadi juara di Wimbledon. Ini menyamai rekor yang sebelumnya hanya pernah dilakukan oleh legenda hidup asal Swedia itu, yang menorehkannya di tahun 1976-1980.Borg sejak awal merasa tidak akan menyesal jika rekornya dipatahkan Federer, bahkan mendukung. Ia pun hadir di stadion untuk menyaksikan secara langsung duel Federer-Nadal, dan bertemu dengan sang pemenang usai pertandingan. (a2s/a2s)











































