ATP Cium Adanya Pengaturan Pertandingan

ATP Cium Adanya Pengaturan Pertandingan

- Sport
Sabtu, 04 Agu 2007 15:35 WIB
ATP Cium Adanya Pengaturan Pertandingan
Jakarta - Asosiasi Tenis Profesional (ATP) kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya pengaturan pertandingan di salah satu seri yang menyeret nama Nikolay Davydenko.Pertandingan yang diselidiki ATP adalah laga antara Davydenko versus Vassallo Arguello di babak kedua turnamen Orange Prokom Open di Polandia, Kamis (2/8/2007) lalu. Dalam pertandingan tersebut Davydenko yang berstatus juara bertahan gagal melanjutkan pertandingan di set tiga karena mengalami cedera.Yang menimbulkan kecurigaan ATP adalah fenomena tak biasa yang terjadi di rumah taruhan Betfair di Inggris. Dari laga tersebut total taruhan yang masuk sebesar US$ 7 juta -- 10 kali lebih besar dari jumlah biasanya -- dan sembagian besar petaruh memasang pada Arguello. Padahal di set pertama Davydenko menang 6-2, sebelum akhirnya kalah 3-6 dan tertinggal 1-2 saat set ketiga dihentikan."ATP menanggapi isu ini dengan serius. Kami akan memastikan olahraga ini bebas dari korupsi dan menaati peraturan yang berlaku. Kami memiliki kesepakatan dengan rumah taruhan di Inggris dan Eropa, yang membuat kami memiliki akses terhadap semua informasi jika ada hal mencurigakan seperti ini," ungkap seorang juru bicara ATP seperti diberitakan Yahoosport, Sabtu (4/8/2007).Sementara Davydenko membantah semua kecurigaan akan adanya pengaturan pertandingan dalam laga tersebut. "Dalam keadaan normal saya akan bertarung sampai akhir, tapi cedera saya sangat sakit dan bahkan bisa bertambah parah jika saya memaksakan diri menyelesaikan pertandingan," sahut Davydenko, yang mengaku sudah mengalami masalah pada ibu jari kirinya sejak Senin.Arguello yang merupakan petenis nomor 87 dunia juga menolak anggapan kalau pertandingan sudah diatur. "Saya menghadapi dia, tapi dia menghadapi saya dengan cederanya, itulah yang saya tahu soal pertandingan itu, itu juga yang saya rasakan sepanjang pertandingan. Tak ada yang lain," ujar petenis Argentina itu. (din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads