Kejuaraan Dunia Badminton
Momen Tepat untuk Taufik
Senin, 13 Agu 2007 02:33 WIB
Kuala Lumpur - Kejuaraan dunia BWF 2007 bakal menjadi momen tepat bagi Taufik Hidayat untuk kembali menguasai jagad bulutangkis dunia. Syarat menuju sukses pun bisa dibilang sudah di tangan.Harapan besar memang ada di pundak Taufik. Tak salah jika mempertimbangkan pebulutangkis berusia 26 tahun ini merupakan andalan Indonesia di ajang olahraga tepok bulu itu.Namun realistiskah jika harapan juara digantungkan kepada Taufik di kejuaraan kali ini?Sedikit menilik ke belakang, prestasi terbaik Taufik selama mengikuti enam turnamen BWF tahun 2007 hanya satu kali menjadi juara, yaitu di Kejuaraan Yonex-Sunrise Asian Continental 15 April lalu. Lima turnamen lain maksimal tumbang di babak semifinal (Indonesia Terbuka 2007).Jika melihat grafik tersebut, Taufik tak pantas dikedepankan untuk meraih gelar. Selain usia yang terhitung tak lagi produktif, teknik bermainnya bisa dibilang juga sudah terbaca oleh lawan-lawannya.Namun ada beberapa aspek yang patut menjadi perhitungan. Tak seperti di turnamen-turnamen sebelumnya, kali ini Taufik berlaga tanpa dibumbui dengan masalah konflik dengan pengurus atau persoalan lain seperti cedera. Yang kedua adalah kelahiran sang putri tercinta, Natarina Alika Hidayat, Jumat (3/8) lalu bisa menjadi 'peluru' tersendiri. Belum lagi ambisi mencari hadiah personal pasca bertambahnya usia per tanggal 10 Agustus.Faktor lain adalah fakta menarik tentang performa Taufik di Kejuaraan Dunia. Di tahun 2004, Taufik hanya mampu bertahan hingga babak 16 besar. Namun di tahun 2005, Taufik sukses menjadi juara dunia dengan menaklukkan Lin Dan 15-3 15-7.Tahun lalu, Taufik kembali gagal melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Untuk tahun 2007, bukan tidak mungkin atlet asuhan Mulyo Handoyo itu kembali menjadi juara, bukan?Namun yang pasti, kondisi Taufik saat ini sudah siap tempur. Tidak ada kendala cedera seperti apa yang menjadi keluhannya di beberapa turnamen sebelumnya. "Saya siap berlaga di Kuala Lumpur," demikian penegasannya beberapa waktu lalu.Dan pastinya perjalanan Taufik menuju tangga juara tidak akan mudah. Unggulan kedelapan ini diprediksi akan mudah menghentikan Jose Antonio Crespo di babak pertama dan lawannya di babak kedua, yaitu pemenang antara Anup Sridar (India) dan Juergen Koch (Austria). Baru di babak ketiga, dimana Taufik diperkirakan akan menghadapi unggulan ke-13 asal Malaysia Muhd Hafiz Hashim.Jika lolos dari hadangan atlet tuan rumah itu, Lin Dan akan menjadi lawan Taufik berikutnya. Disinilah pertarungan sesungguhnya bagi pebulutangkis terbaik Indonesia itu.Bagaimana dengan tungga putra Indonesia lainnya? Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro diprediksi masih menjadi penggembira saja, mengingat calon lawan mereka jika lolos dari babak kedua adalah Peter Gade dan Lee Chong Wei.Namun bagaimanapun keadaannya, dukungan pasti mereka dapatkan sampai kapanpun mereka bertahan di Kuala Lumpur dalam turnamen yang digelar dari tanggal 13-19 Agustus itu. WNI di Malaysia, baik yang berprofesi sebagai TKI atau mahasiswa, seperti biasanya, tak akan absen memberi dukungan kepada Taufik Hidayat cs.Berjuanglah, Taufik! (ian/a2s)











































