Djokovic Selingi Rivalitas Federer-Nadal

Djokovic Selingi Rivalitas Federer-Nadal

- Sport
Rabu, 15 Agu 2007 07:34 WIB
Djokovic Selingi Rivalitas Federer-Nadal
Jakarta - Bukan Andy Roddick, Nikolay Davydenko, apalagi Lleyton Hewitt yang kini paling berpotensi merecoki rivalitas Roger Federer dan Rafal Nadal. Dia adalah Novak Djokovic.Dari pengumpulan poin di daftar ATP, Djokovic memang masih terpaut angka cukup jauh dari dua petenis top dunia itu. Per minggu ini Federer tercatat memiliki 7.140 poin, sedangkan Nadal 5.606. Djiokovic? Baru 3.700 poin.Namun performa petenis Serbia berusia 21 tahun itu makin matang, dan tentu saja berpotensi mengancam Federer-Nadal. Bahkan ia baru saja melakukan sesuatu yang sangat langka.Apa itu? Mengalahkan pemain nomor satu dan dunia di turnamen yang sama. Di Montreal Masters yang selesai akhir pekan lalu Djokovic menghentikan Nadal di babak semifinal, lalu menekuk Federer di partai final. Sebelumnya hanya Tomas Berdych yang mampu melakukan itu.Hebatnya lagi, Djokovic juga menyingkirkan Roddick di babak perempatfinal. Itu artinya ia mengalahkan tiga pemain teratas dunia dalam tiga hari berturut-turut. Dalam sejarah hanya Boris Becker yang mampu melakukan ini di tahun 1994.Prestasi tersebut tentu tergolong luar biasa mengingat Federer-Nadal sedang mendominasi peta kekuatan tenis di kelompok putra, yang mana hampir di setiap turnamen orang berharap akan melihat pertarungan mereka di babak final.Namun Djokovic sudah mengusik rivalitas tersebut, dan bisa jadi akan melakukannya cukup sering. Minggu ini dapat dijadikan ajang pembuktian untuk dia karena bersama Federer dan Nadal mereka dipastikan mengikuti turnamen Cincinnati Masters.Djokovic di musim ini telah memenangi empat turnamen, sama sepeti Federer. Capaian mereka hanya kalah dari Nadal yang sudah mengoleksi enam titel juara di sejak awal tahun sampai saat ini.Sejak turun ke level profesional Djokovic baru merengkuh enam tropi kemenangan. Ia memang belum pernah memenangi Grand Slam, tapi performanya terus menanjak.Hanya bertahan sampai babak ketiga di AS Terbuka 2006, ia lalu lolos sampai babak keempat di Australia Terbuka 2007. Setelah itu ia selalu menembus babak semifinal di Prancis Terbuka dan Wimbledon."Jelas dia merupakan seorang pesaing untuk memenangi sebuah Grand Slam," demikian ramalan pemain legendaris asal Swedia, Bjon Borg, tentang talenta dan masa depan Djokovic. (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads