'Daun Muda' Bikin Federer Termotivasi

'Daun Muda' Bikin Federer Termotivasi

- Sport
Senin, 10 Sep 2007 11:09 WIB
Daun Muda Bikin Federer Termotivasi
New York - Dengan 12 gelar Grand Slam, kemenangan mungkin sudah menjadi rutinitas yang biasa buat Roger Federer. Kalau ada yang membuatnya termotivasi adalah munculnya daun muda.Sejak pertama kali menjuarai seri Grand Slam di Wimbledon 2003, Federer tak pernah melewati satu musim pun tanpa menambah gelarnya. Kemenangan di AS Terbuka, Senin (10/9/2007) WIB tadi, membuatnya total mengumpulkan 12 gelar Grand Slam.Sebuah raihan yang tentu saja fantastis yang membuatnya kini cuma terpaut dua angka dengan Pete Sampras sebagai pengumpul gelar Grand Slam terbanyak. "Saya banyak memikirkannya saat ini, fantastis bisa mendekatinya dan saya harap saya bisa melampauinya," sahut Federer soal rekor Sampras seperti diberitakan Yahoosport.Melampaui rekor Sampras bukan satu-satunya hal yang mendorong Federer untuk terus mengumpulkan tropi demi tropi. Kemunculan petenis-petenis muda yang mampu berbicara banyak di seri Grand Slam adalah hal lain yang membuat kekasih Mirka Vavrinec itu termotivasi."Pemain-pemain baru memberi saya tantangan -- inilah motivasi terbesar saya berada di sini. Melihat mereka menantang saya, lalu mengalahkan mereka di final," lanjut Federer.Dalam dua tahun terakhir Federer memang harus menghadapi beberapa petenis muda yang membuat kejutan di seri Grand Slam. Novak Djokovic misalnya, pemain Serbia yang mengalahkannya di Kanada Master itu baru sekali ini lolos ke final Grand Slam.Kejadian yang sama terjadi Januari lalu di final Autralia Terbuka saat dia menundukkan petenis Chile pertama yang lolos ke final Grand Slam, Fernando Gonzales. Masih di Melbourne Park tapi pada edisi 2006, Federer harus menghadapi perjuangan ulet dari petenis Siprus Marcos Baghdatis, sebelum akhirnya juga sukses sebagai juara.Saat petenis yang berada di jajaran teratas tak mampu lagi menandinginya, Federer mungkin berharap bisa menemukan lawan baru dari petenis-petenis muda yang baru muncul ke permukaan. Seperti yang sudah dilakukannya saat membuat kejutan dengan menghentikan rekor 31 kemenangan beruntun Pete Sampras di Wimbledon 2001, kala itu usianya baru 20 tahun. (din/lom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads