Eks Pelatih PBSI Harry Hartono Ungkap Alasan Latih Tim Bulutangkis Malaysia

Eks Pelatih PBSI Harry Hartono Ungkap Alasan Latih Tim Bulutangkis Malaysia

Mercy Raya - Sport
Rabu, 11 Feb 2026 18:10 WIB
Harry Hartono saat menjadi manajer tim bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu tahun 2022.
Foto: Dok. PP PBSI
Jakarta -

Harry Hartono resmi bergabung dengan tim bulutangkis Malaysia sebagai pelatih tunggal putra. Eks pelatih Pelatnas Cipayung itu mengaku menerima tawaran tersebut demi mencari tantangan baru dalam kariernya.

Harry resmi memulai tugasnya di BAM (Badminton Association of Malaysia/Persatuan Bulutangkis Malaysia) pada 10 Februari 2026. Ia diikat kontrak jangka panjang oleh Malaysia hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

Kepindahan Harry menambah daftar pelatih Indonesia yang hijrah ke negeri tetangga. Sebelum Harry ada Rexy Mainaky (direktur pelatih ganda), Herry Iman Pierngadi, Muhammad Miftakh (ganda putra), dan Nova Widianto (ganda campuran).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa yang membuat pelatih yang pernah memoles Anthony Ginting dkk itu memilih menyeberang ke BAM?

Sebelum ini Harry relatif baru menggantikan posisi rekan sejawatnya di kepelatihan PBSI pada Agustus 2025. Ia juga sempat melatih pemain dunia Taiwan Chou Tien Chen selama lima tahun.

ADVERTISEMENT

"Apa yang mungkin membuat saya pindah ke BAM adalah prospek tantangan baru," kata Harry seperti dikutip detikSport dari NST, Rabu (11/2).

"Ini adalah negara kedua tempat saya bekerja setelah Taiwan."

Harry lantas memberikan catatan awal untuk atlet-atlet Malaysia yang akan berada di bawah naungannya. Ia menyebut Leong Jun Hao dan Justin Hoh yang dinilai sudah cukup bagus.

"Mungkin untuk pemain di Malaysia ini, para pemain sudah di top player. Saya rasa itu sudah sangat baik tinggal bagaimana menjaga konsistensinya," tuturnya.

Penunjukan Harry merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk Olimpiade Los Angeles 2028. BAM berharap dapat menghasilkan peraih medali emas Olimpiade pertama mereka.

Sejalan dengan itu, Harry menetapkan target ambisius untuk menghasilkan pemain nomor satu dunia dan juara dunia.

"Satu tekanan saya rasa tidak ada karena bagi saya, ini suatu profesionalitas lah. Sekarang saya berada di BAM, jadi fokus untuk bisa meningkatkan para pemain yang ada di sini," tuturnya.

(mcy/krs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads