Sukses Tembus Pelatnas PBSI, Marcus Gideon Kembalikan Biaya Latihan Atletnya

Sukses Tembus Pelatnas PBSI, Marcus Gideon Kembalikan Biaya Latihan Atletnya

Mercy Raya - Sport
Selasa, 10 Mar 2026 11:53 WIB
CEO Gideon Badminton Academy (GBA) Marcus Fernaldi Gideon
Foto: Erly BAHTIAR/Gideon Badminton Academy
Jakarta -

CEO Gideon Badminton Academy (GBA) Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan biaya latihan atletnya yang sukses menembus Pelatnas PBSI. Jumlahnya Rp 162 juta.

Ialah Joven Farandi, atlet binaan GBA, yang mengikuti program latihan secara mandiri selama dua tahun. Selama periode tersebut, Joven tercatat telah membayar biaya latihan dengan total mencapai Rp162 juta, yang kini dikembalikan sepenuhnya oleh akademi setelah ia berhasil menembus Pelatnas PBSI.

Joven Farandi bersama rekannya Joseph Marcellino Kyta berhasil mengamankan tempat di Pelatnas Cipayung setelah meraih gelar juara pada Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinyo, sapaan Marcus Fernaldi Gideon, mengatakan bahwa kebijakan pengembalian biaya latihan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan motivasi bagi para atlet muda yang sedang menjalani proses pembinaan di GBA.

ADVERTISEMENT

"Ini bentuk apresiasi untuk atlet yang masuk pelatnas dari jalur biaya mandiri, bukan beasiswa. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain untuk terus berlatih dan berjuang menembus pelatnas," ujar Marcusdalam keterangannya di Gideon Badminton Hall, seperti dikutip Selasa (10/3/2026).

Menurut Marcus, sistem pembinaan di GBA memiliki pendekatan berbeda dibandingkan banyak klub besar lainnya di Indonesia.

"Kami di sini mencoba mendidik semua menjadi atlet. Berbeda dengan tim lain, kami membina dari awal. Seperti Joven yang bergabung bersama kami selama dua tahun dari Bangka bisa menunjukkan perkembangan luar biasa dan akhirnya masuk Pelatnas," katanya.

"Mungkin awalnya kami bingung karena tidak semua yang di sini membayar. Kami punya sistem beasiswa juga dan memberikan beberapa subsidi. Kami mencoba tidak mencari untung. Kalau kami mau cari untung, tentu kami tidak akan mengembalikan uang iuran yang jumlahnya lumayan besar itu," jelas eksganda putra nomor satu dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo ini.

Selain Joven Farandi, atlet GBA lain yang berhasil menembus Pelatnas tahun ini adalah Joseph Marcellino Kyta. Berbeda dengan Joven, Marcell merupakan atlet yang sejak awal mendapatkan program beasiswa dari GBA, sehingga tidak dikenakan biaya latihan selama menjalani pembinaan. Marcell sendiri mulai bergabung di GBA sejak usia 10 tahun.

Keberhasilan pasangan Joven/Marcell menambah daftar atlet binaan GBA yang berhasil menembus Pelatnas PBSI dalam dua tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, pasangan ganda campuran Muhammad Nawaf Khoiriyansyah dan Luna Rianty Saffana juga berhasil masuk Pelatnas setelah meraih prestasi pada Kejuaraan Nasional PBSI 2024 dan turnamen Sirnas Premier.

Juara All England 2017 dan 2018 ini pun bangga melihat perkembangan akademi yang baru berdiri pada tahun 2022 tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan bulu tangkis nasional. Marcus berharap ke depan GBA dapat secara konsisten menyumbangkan atlet ke Pelatnas.

"Ke depan saya harap lebih banyak lagi yang bisa masuk pelatnas. Minimal setiap tahun ada pemain dari GBA yang bisa menyumbang untuk pelatnas," tuturnya.




(mcy/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads