Prediksi Marcus Gideon: Raymond/Joaquin Bisa Tembus Top 5 Dunia Tahun Ini

Prediksi Marcus Gideon: Raymond/Joaquin Bisa Tembus Top 5 Dunia Tahun Ini

Mercy Raya - Sport
Selasa, 10 Mar 2026 17:10 WIB
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Foto: dok PBSI
Jakarta -

Mantan pebulutangkis top Indonesia Marcus Fernaldi Gideon memprediksi pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bisa menembus peringkat lima besar dunia tahun ini.

Marcus menilai pasangan muda tersebut berpotensi menjadi andalan baru ganda putra Indonesia. Optimisme itu muncul setelah performa Raymond/Joaquin yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Setelah secara mengejutkan menjuarai Australia Open 2025, mereka juga dua kali menjadi runner-up di Indonesia Masters dan Thailand Masters 2026. Raymond/Joaquin juga menembus semifinal All England 2026 dalam debut mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marcus menilai performa pasangan muda itu cukup menjanjikan walaupun untuk menyamai permainan Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang dulu menjadi pasangannya di ganda putra, bukanlah perkara mudah.

"Ya bagus sih mereka (Raymond/Joaquin), cuma (untuk seperti) Kevin itu susah ya," kata Marcus di Gideon Badminton Hall, seperti dikutip Selasa (10/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Marcus, gaya bermain Kevin tergolong langka dan sulit dicari penggantinya. "Mungkin dulu ada Sigit Budiarto, yang agak mirip mainnya. Kalau sekarang belum ada. Tapi mungkin Raymond/Joaquin bisa tembus top 5 tahun ini."

Kans Raymond/Joaquin Jadi Andalan di Masa Depan

Sosok yang akrab disapa Sinyo itu juga menilai Raymond/Joaquin berpeluang menjadi tulang punggung baru sektor ganda putra Indonesia.

"Ya tapi enggak ada lagi pemainnya. Siapa lagi sekarang. Enggak lah (kecepatan), kalau kelamaan malah nanti hawanya hilang," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa menjadi pasangan andalan bukan hal mudah karena tuntutan konsistensi yang tinggi.

"Memang kalau diandalkan berat, kenapa? karena ada targetnya. Kamu harus juara ya, sementara main ada lima kali (babak), musuhnya itu mirip-mirip semua, lalu hawa tiap lapangannya beda."

"Hari ini belum tentu mainnya sama terus konsistennya lima kali. Nah, itu yang susah, jaga mainnya. Hari ini mungkin mainnya bagus banget nih, kaget, duar, musuhnya kalah, lawan Kim/Seo. Belum tentu lawan di bawahnya Kim/Seo bisa menang, nah konsistennya yang susah," kata Marcus.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads