Demi mendukung penguatan ekosistem bulutangkis di Asia, Indonesia membuka peluang negara-negara lain untuk berlatih bersama terutama bagi tim berkembang.
Itu disampaikan Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, dalam merespons salah satu hasil Rapat Umum Tahunan atau Annual General Meeting yang diselenggarakan di Bali, akhir pekan kemarin
"Dari AGM Badminton Asia, terlihat adanya kesepakatan dan solidaritas kuat dari negara-negara Asia. Ke depan, Badminton Asia akan mendorong negara-negara besar untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada negara berkembang, agar kekuatan bulutangkis Asia semakin merata dan kompetitif," kata Roedy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dalam Annual General Meeting 2026 juga disahkan Laporan Tahunan 2025, serta Laporan Keuangan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Disampaikan pula laporan menyeluruh dari sekretariat, bendahara, dan Komite Pengembangan (KP) sebagai bentuk akuntabilitas organisasi. Pembaruan terkait kinerja operasional juga dipaparkan oleh Komite Event (KE), Technical Officials (TO), dan marketing mengenai pelaksanaan program sepanjang tahun.
Rapat juga turut meninjau perkembangan dari Komite Para dan Special Olympics serta Komite Kemanusiaan dan Kesetaraan Gender sebagai wujud komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan.
Salah satu agenda krusial terkait pembaruan Rules and Laws disetujui dengan mayoritas signifikan, yakni 31 suara mendukung, yang memberikan landasan kuat bagi penyempurnaan tata kelola organisasi ke depan.
Sejalan dengan penyelenggaraan AGM tahun ini, Badminton Asia juga untuk pertama kalinya menggelar Awards & Gala Dinner. Ajang bergengsi ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pencapaian luar biasa para atlet, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi signifikan sepanjang tahun terakhir.
Indonesia sebagai tuan rumah merasa terhormat bisa menyelenggarakan Rapat tersebut dan Exco Meeting yang untuk pertama kalinya digelar di luar Malaysia.
"Ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia. Sejalan dengan visi dan misi Ketua Umum PBSI, Fadil Imran, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang mampu mempersatukan negara-negara berkembang untuk saling berbagi ilmu," ujarnya.
"PBSI juga membuka peluang bagi negara lain untuk berlatih bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem bulutangkis Asia."
Baca juga: PR Alwi Farhan Usai Rampungkan Tur Eropa |
Keberhasilan Annual General Meeting 2026 di Bali tidak hanya mencerminkan soliditas organisasi, tetapi juga menegaskan komitmen Badminton Asia untuk terus berkembang sebagai federasi yang modern, inklusif, dan progresif.
Dengan semangat persatuan dan visi bersama, Badminton Asia optimistis dapat terus mendorong kemajuan bulutangkis Asia serta memperkuat posisinya di kancah global.
(mcy/aff)










































