Anthony Sinisuka Ginting kembali memperkuat tim Indonesia di Thomas Cup 2026. Kali ini, ia tak ingin sekadar hadir, tetapi memberi kontribusi nyata bagi tim.
Thomas Cup 2026 akan berlangsung di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei. Dalam ajang beregu putra yang digelar dua tahun sekali itu, Ginting masuk dalam daftar 10 pemain yang dibawa dari Jakarta.
Bagi Ginting, edisi kali ini terasa berbeda. Setelah melewati masa pemulihan cedera bahu selama kurang lebih enam bulan dan hasil yang belum maksimal, juara Asia 2023 itu kembali dipercaya memperkuat tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pastinya senang, masih dipercaya PBSI buat memperkuat, buat ikut dalam tim di Thomas Cup kali ini. Pastinya cukup beda sih dari yang biasanya," kata Ginting di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
"Jadi ingat lagi ke awal-awal waktu main Thomas Cup, sebelumnya kan di Asia dulu, lalu masuk tim inti Thomas Cup, dari yang tunggal ke-4, ke-3, ke-2, sempat jadi tunggal pertama juga. Jadi lebih ingat-ingat moment itu lah."
"Lebih menyiapkan diri sendiri lebih maksimal. Tapi kalau ditanya makna berbeda, ya pasti. Tapi dibilang beda banget juga enggak karena sudah beberapa kali ikut Thomas Cup, jadi menyikapinya nggak terlalu seperti awal-awal. Ya, semoga kali ini bisa memberikan banyak kekuatan buat tim seluruh Indonesia," tuturnya.
Indonesia sendiri mengandalkan empat pemain tunggal, yakni Jonatan Christie, Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, serta Ginting.
Berdasarkan ranking dunia terbaru, Ginting berpeluang menempati posisi tunggal ketiga dan akan bersaing dengan Ubaidillah. Penentuan susunan pemain tetap bergantung pada kondisi terakhir dan head to head lawan.
Ginting sendiri sudah pernah menempati semua posisi tunggal di kejuaraan beregu. Namun, ia tak ingin terlalu memikirkan status tersebut.
"Maksudnya mau pembuka, mau tunggal ketiga juga jadi penentu, dan memiliki perannya masing-masing. Bisa dibilang juga sangat penting bagi tim, jadi yang paling penting ya itu pikiran kitanya jangan terlalu mikirnya 'Oh ada tunggal pertama, maksudnya enggak usah dipikirkan kesusunannya gitu, memang fokusnya ke match-nya masing-masing, tanggung jawab sama match-nya sendiri," ujarnya.
"Jadi urusan yang lain-lain, match yang sebelumnya, match atau yang setelahnya itu ya urusannya masing-masing gitu, karena kita kan masih punya tanggung jawabnya sendiri di waktu kita diturunkan atau enggak, gitu kan. Jadi fokus saja sih karena sama-sama berat," tegas Ginting.
(mcy/krs)










































