Siasat Pelatih Dongkrak Ranking Leo/Daniel Demi Olimpiade 2028

Siasat Pelatih Dongkrak Ranking Leo/Daniel Demi Olimpiade 2028

Mercy Raya - Sport
Rabu, 27 Mei 2026 20:15 WIB
Chafidz Yusuf, Leo Rolly Carnando
Chafidz Yusuf (kiri) dan Leo Rolly Carnando saat ditemui di Cipayung. Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta -

Pelatih ganda putra bulutangkis Indonesia Chafidz Yusuf mengambil langkah cepat untuk mendongkrak ranking Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Salah satunya soal pengiriman ke turnamen berikut target yang ingin dicapai.

Leo/Daniel diproyeksikan tim pelatih untuk ikut kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Mereka akan bersaing dengan dua pasangan lain di pelatnas, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Karena baru comeback sebagai pasangan, ranking Leo/Daniel masih di bawah kedua pasangan lain. Saat ini, mereka bertengger di posisi 133 dunia. Sementara rekan-rekannya, seperti Fajar/Fikri menempati ranking ke-3 dan ke-12.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu pun dengan ganda non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani yang kini berada di ranking ke-7. Dengan kata lain, Leo/Daniel masih perlu kerja keras untuk bisa mengejar rekan-rekannya.

ADVERTISEMENT

Sebagai pelatih, Chafidz sadar betul dengan kondisi atletnya. Namun, tim pelatih dan pengurus sudah memiliki program untuk itu.

"Kami ada program untuk jangka panjang Olimpiade 2028. Itu sudah direncanakan semua. Sebetulnya dari tahun ini Leo dan Daniel itu ada berapa kejuaraan, terus nanti untuk tahun ke depannya ada berapa kejuaraan," kata Charidz saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

"Yang penting itu perhitungan untuk mencapai target jangka panjangnya di 2028 itu kita masih pintar-pintar milih kejuaraannya. Bukan berarti semua kejuaraan disabet juga, diikuti juga, enggak."

"Yang pertama karena kondisinya ya, bagaimanapun kan Daniel pernah cedera, apa pun kan kita tetap menjaga. Yang kedua sama Leo-nya, ya kemauannya semua. Kalau pemain pasti keinginannya juara terus tapi kan enggak gampang, jadi bagaimana cara kita mengatasi ekspektasi ini," ujarnya.

"Kembali ke yang jangka panjang tadi, tentu poin setiap kejuaraan itu kan beda-beda tergantung levelnya. Ada Super 300, 500, 750, dan 1000. Ambil contoh kejuaraan 500 minimal semifinal, karena dengan semifinal mendapatkan poin sekian, dibanding dengan pemain luar yang poinnya sekian. Jadi itu harus di-plan sebagus mungkin," kata Chafidz.

Tak Ada Perombakan Lagi

Chafidz juga menegaskan ke depan tidak akan ada perombakan pasangan, terutama untuk tiga pasang proyeksi Olimpiade. Selain akan berdampak ke ranking, persiapan otomatis akan dimulai dari awal lagi.

"Saya lihat juga pemain-pemain sudah mempunyai satu komitmen yang tinggi, baik Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin, Leo/Daniel mempunyai komitmen tinggi bahwa arah yang target utamanya itu nanti di Olimpiade 2028, minimal bisa masuk dulu (lolos kualifikasi)," ujar Chafidz.

"Komitmen untuk bisa berprestasi, komitmen apa yang kita tuju harus sampai. Ya, mudah-mudahan di kejuaraan ke depan bisa mencapai target yang kita harapkan. Minimal melalui poin yang di mana semua negara nih sudah menghitung dari sekarang ini, saya kira gitu," kata Chafidz.

(mcy/adp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads