Ganda Campuran RI Lagi Terpuruk, Bernadine: Kita Juga Tidak Mau Begini

Ganda Campuran RI Lagi Terpuruk, Bernadine: Kita Juga Tidak Mau Begini

Mercy Raya - Sport
Jumat, 29 Mei 2026 14:30 WIB
Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana diumumkan menjadi pasangan baru Pelatnas PBSI, Kamis (10/7/2025).
Bernadine Anindya Wardana bersama pasangannya di ganda campuran, Dejan Ferdinansyah. Foto: Dok. PP PBSI
Jakarta -

Prestasi sektor ganda campuran Indonesia sedang menjadi sorotan. Dalam beberapa bulan terakhir, wakil-wakil Merah Putih kesulitan bersaing di level atas dan minim prestasi di turnamen internasional.

Bahkan sejak awal Februari 2026, belum ada satu pun gelar yang berhasil diraih ganda campuran Indonesia. Hasil terbaik yang didapat pun semakin jarang terlihat, sementara kegagalan di babak-babak awal justru lebih sering terjadi.

Kondisi itu disadari betul oleh pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.

Prestasi Ganda Campuran Menurun

Saat ini, Pelatnas PBSI memiliki lima pasangan utama di sektor ganda campuran, yakni:

  • Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
  • Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
  • Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri
  • Dejan/Bernadine

Namun, performa kelima pasangan tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang musim ini. Satu-satunya gelar yang diraih ganda campuran Indonesia pada 2026 datang dari Adnan/Indah saat menjuarai Thailand Masters pada akhir Januari. Setelah itu, hasil positif sulit didapat.

ADVERTISEMENT

Jafar/Feli Juga Belum Konsisten

Pasangan yang sempat menjadi andalan Indonesia, Jafar/Felisha, juga belum mampu menjaga konsistensi. Tahun ini, pencapaian terbaik mereka hanya menembus semifinal Indonesia Masters Super 500 pada Januari lalu.

Selain itu, mereka hanya sekali mencapai perempatfinal, yakni di Swiss Open pada Maret. Selebihnya, langkah mereka lebih sering terhenti di babak 32 besar maupun 16 besar.

Thailand Open dan Malaysia Masters Jadi Alarm

Penurunan prestasi ganda campuran Indonesia semakin terlihat saat tampil di Thailand Open dan Malaysia Masters pada awal Mei lalu. Meski menurunkan kekuatan penuh, tidak ada satu pun pasangan Indonesia yang mampu menembus perempatfinal.

Hasil tersebut semakin menegaskan bahwa sektor yang dulu identik dengan prestasi besar Indonesia sedang menghadapi periode sulit. Soal hal tersebut, Bernadine mengakui kondisi ganda campuran Indonesia saat ini memang belum ideal.

Meski begitu, para pemain berusaha tetap saling mendukung agar bisa bangkit bersama.

"Pasti kita saling support lah, satu tim. Kita juga kan enggak ingin hasilnya begini. Cuma ya namanya ada di atas, ada di bawah. Ya kita berusaha saja perbaiki suasana latihan, saling support. Tak usah terlalu dipikir lah," kata Bernadine saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Bernadine, yang terpenting saat ini adalah menjaga suasana positif di dalam tim dan terus bekerja keras memperbaiki kekurangan.

Yakin Bisa Bangkit Lagi

Meski belum ada pasangan yang benar-benar dominan seperti era legenda Indonesia Liliyana Natsir, Bernadine optimistis masa-masa sulit ini akan berlalu.

Ia percaya sektor ganda campuran Indonesia tetap memiliki masa depan yang cerah.

"Belum ada ya (sosok yang prestasinya konsisten bagus) tapi dalam nama Tuhan Yesus lah ada pasti ke depannya. Doakan saja, dukung saja, kita pasti melakukan yang terbaik kok," ujar Bernadine.

Kesempatan terdekat bagi sektor ganda campuran untuk menjawab kritik datang di Indonesia Open 2026 yang berlangsung pekan depan.

Dengan tampil di hadapan publik sendiri, para wakil Indonesia diharapkan mampu memperbaiki tren negatif dan kembali menunjukkan daya saing di level elite dunia.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads