Final French Open 2026: Misi Pecah Telur Alexander Zverev

Final French Open 2026: Misi Pecah Telur Alexander Zverev

Adhi Prasetya - Sport
Sabtu, 06 Jun 2026 16:18 WIB
Alexander Zverev lolos ke final French Open 2026.
Alexander Zverev lolos ke final French Open 2026. Foto: REUTERS/Stephane Mahe
Paris -

Untuk keempat kali dalam kariernya, Alexander Zverev sukses melangkah ke partai final Grand Slam. Setelah kalah terus di tiga final sebelumnya, mampukah petenis Jerman itu pecah telur?

Zverev memastikan satu tempat di final tunggal putra French Open 2026 usai mengalahkan Jakub Mensik dari Republik Ceko dengan skor 7-5 6-2 3-6 6-3 dalam duel semifinal yang berlangsung 181 menit di Roland Garros, Sabtu (5/6) lalu.

Ini menjadi final French Open kedua Zverev setelah 2024. Saat itu, ia kalah dari Carlos Alcaraz dalam duel lima set.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ia juga kalah di dua final Grand Slam lain, yakni dari Dominic Thiem di US Open 2020 dan dari Jannik Sinner di Australian Open 2025. Kali ini, ia diunggulkan menang.

ADVERTISEMENT

Alcaraz absen karena cedera, sedangkan Sinner dan Novak Djokovic sudah angkat koper di pekan pertama. Lawannya pun 'hanya' unggulan ke-10 asal Italia, Flavio Cobolli, yang lolos ke final usai lawannya, Matteo Arnaldi, mundur karena sakit virus.

Tekanan besar pun ada di pundak Zverev. Namun ia berusaha tetap tenang. Apalagi Cobolli adalah temannya.

"Bagi saya, dia hanyalah orang yang baik," kata Zverev tentang Cobolli, dikutip tennis.com. "Dia memiliki hati yang baik. Dia sangat lucu jika Anda mengenalnya."

"Saat Anda bermain di final Grand Slam... itu berarti Anda telah mencapai tahap terbaik dalam tenis. Anda telah mencapai tahap tertinggi dalam tenis, dan tentu saja menyenangkan untuk berbagi momen itu."

"Satu-satunya hal yang dapat saya kendalikan adalah bermain tenis dengan baik. Maksud saya, saya akan mencoba menunjukkan level saya. Saya akan mencoba melakukan hal yang benar. Itu satu-satunya hal yang penting bagi saya," jelas petenis 29 tahun itu.

Sementara bagi Cobolli, ini adalah Grand Slam pertama. Namun ia merasa tak nyaman menang dengan cara seperti ini, meski ia kini berpeluang menjadi juara French Open pertama asal Italia dalam 50 tahun terakhir.

"Sulit bagi saya untuk berbicara. Saat dia (Arnaldi) datang kepada saya (dan memberi tahu keputusan untuk mundur), saya hampir menangis. Saya sama sekali tidak menyangka," ujar Cobolli, dikutip The Guardian.

"Saya sangat sedih untuknya, tetapi pada saat yang sama saya sangat senang dengan hasil saya pekan ini. Matteo adalah inspirasi besar, saya mendoakan yang terbaik untuknya."

"(Soal waktu rehat lebih banyak) terkadang membantu, terkadang tidak. Saya memiliki hampir empat hari libur, itu banyak, Anda kehilangan ritme, namun saya berlatih dengan baik, saya pikir saya akan siap untuk final dan saya tahu saya akan segar. Mungkin akan membantu, mungkin tidak," tegasnya.

Final tunggal putra French Open 2026 digelar Minggu (7/6). Siapakah yang akan mengangkat trofi juara?

Tennis - French Open - Roland Garros, Paris, France - June 3, 2026 Italy's Flavio Cobolli in action during his quarter final match against Canada's Felix Auger-Aliassime REUTERS/Guglielmo MangiapaneCobolli akan mencoba menghalangi misi Zverev meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya. Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane
(adp/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads