Target All Indonesian Final di Australia buat Ganda Putri RI

Target All Indonesian Final di Australia buat Ganda Putri RI

Mercy Raya - Sport
Minggu, 07 Jun 2026 12:15 WIB
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Foto: Mercy Raya/detikcom
Jakarta -

Pelatih Kepala Ganda Putri Indonesia Karel Mainaky melihat perkembangan positif anak asuhnya di Indonesia Open 2026. Setelah sukses meloloskan wakil ke semifinal turnamen level Super 1000, Karel kini memasang target lebih tinggi di Australia Open 2026: all Indonesian final.

Performa ganda putri Indonesia memang menjadi salah satu sorotan di Indonesia Open tahun ini. Tiga pasangan berhasil menembus perempatfinal, dengan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melangkah paling jauh hingga semifinal.

Pencapaian tersebut cukup istimewa mengingat duet Rachel/Febi baru terbentuk sekitar sembilan bulan lalu. Langkah mereka baru terhenti di empat besar setelah kalah dari pasangan nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 17-21, 16-21 pada Sabtu (6/6/2026).

"Kalau untuk hasil semifinal sebenarnya disayangkan ya. Rachel/Febi sebetulnya punya peluang, mereka sudah berusaha untuk menguasai permainan. Namun ada beberapa hal yang membuat mereka ragu-ragu," kata Karel dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2026).

Rachel/Febi Dinilai Punya Potensi Lebih

Menurut Karel, Rachel/Febi masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Salah satu hal yang dibutuhkan adalah lebih sering menghadapi pasangan-pasangan elite dunia agar semakin matang saat tampil di level tertinggi.

Meski gagal melangkah ke final, penampilan mereka di Indonesia Open dinilai menjadi modal berharga untuk turnamen-turnamen berikutnya.

Selain Rachel/Febi, Karel juga memberikan apresiasi kepada dua pasangan lain yang mampu menembus perempatfinal, yakni Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Fadia/Tiwi terhenti setelah kalah dari unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Sementara Ana/Trias harus tersingkir setelah bertemu sesama wakil Indonesia, Rachel/Febi, di perempatfinal.

Adapun Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine harus angkat koper sejak babak pertama.

Kepercayaan Diri Mulai Tumbuh

Karel menilai perkembangan terbesar yang terlihat saat ini adalah meningkatnya kepercayaan diri para pemain ketika menghadapi lawan-lawan papan atas.

"Saya melihat memang ada progres dari anak-anak, sedikit demi sedikit. Penampilan mereka memang cukup baik di turnamen ini. Mereka terlihat lebih yakin, biasanya memandang lawan itu terlalu hebat. Memang saya lagi berusaha agar mereka tidak memandang lawan itu siapa, sebelum kita kalah ya kita tarung dulu," ujar Karel.

Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut menjadi modal penting untuk membawa sektor ganda putri kembali bersaing secara konsisten di level dunia.

Karel mengungkapkan bahwa program latihan setiap pasangan dirancang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing. Ia berharap hasil positif di Indonesia Open dapat menjadi pijakan untuk target berikutnya di Australia Open 2026.

"Tiga pasangan ini memang programnya berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain program latihan umum, ada latihan tambahan terpisah. Misalnya Rachel/Febi yang paling muda, saya kasih latihan pagi, lanjut ke Fadia/Tiwi dan Ana/Trias paling siang karena di poin akhir masih sering menurun, jadi saya kasih tambahan di sesi terakhir saat mereka capek," kata Karel.

Dengan perkembangan yang ditunjukkan dalam beberapa bulan terakhir, Karel berharap sektor ganda putri Indonesia bisa melangkah lebih jauh lagi, bahkan mewujudkan all Indonesian final di Australia Open 2026.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads