Ya, Sampras dan Federer sudah punya agenda akbar untuk saling berhadapan. Minggu ini mereka akan unjuk kebolehan sebagai petenis terbaik di era masing-masing di tiga kota di Asia.
Seoul menjadi kota pertama yang mendapat kehormatan langka tersebut, saat keduanya "mentas" hari Selasa (20/112007) besok. Dua hari kemudian mereka berduel lagi di Kuala Lumpur, sebelum merampungkan tur eksebisinya di Makau pada hari Sabtu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat tersebut diucapkan Lincoln Venancio, managing director dari promotor yang berbasis di Hong Kong, Entertainment Group Limited, menyambut pertemuan dua legenda hidup itu, yang juga disebutnya sebagai "sebuah kesempatan sesungguhnya sekali seumur hidup". Demikian dikutip AFP.Β Sampras adalah raja lapangan tenis di tahun 90-an. Ia memegang rekor sebagai pemain terlama yang pernah bertengger di puncak daftar peringkat ATP, sebanyak 286 minggu, yang 102 pekan di antaranya dilakoninya tanpa diselingi pemain lain.
Masterpiece petenis AS ini adalah mengoleksi titel grand slam 14 buah, terdiri dari lima AS Terbuka, dua Australia Terbuka, dan tujuh Wimbledon. Hingga kini belum pernah ada yang sanggup menyamai rekor fantastis tersebut.
Tapi nanti dulu, Federer mungkin orangnya karena dalam kondisi yang saat ini masih prima ia sudah mengantongi 12 gelar grand slam. Begitu pula dengan total tropi juara, di mana Federer tinggal terpaut 11 dari Sampras, yang sepanjang karirnya mampu mengumpulkan 63 piala kemenangan.
Federer baru saja menyudahi kompetisi musim 2007 dengan menjuarai Masters Cup di Shanghai. Ia mengalahkan David Ferrer di final guna memenangi turnamen tersebut untuk kali keempat dari lima tahun terakhir.
Bagaimana dengan Sampras? Ia memang sudah pensiun dari level profesional sejak 2002. Namun ia masih cukup aktif bertenis, termasuk berlaga di tur senior bertajuk Jim Courier Outback Champions, di mana ia tak terkalahkan dalam tiga pertarungannya.
Sampras yang kini berusia 36 tahun pernah satu kali bertanding melawan Federer, yakni di tahun 2001 di babak keempat Wimbledon. Ketika itu Federer menang dalam lima set, yang kemudian dianggap sebagai sinyalemen berakhirnya era Sampras sebagai petenis nomor satu dunia.
(a2s/ian)











































