Sampras terbukti masih memiliki kekuatan walaupun tentu saja tidak seperti saat masih aktif, yang membuatnya pernah 286 minggu menjadi pemain nomor satu dunia, plus memegang rekor 14 titel grand slam.
Namun sisa-sisa kejayaannya itu, termasuk servis keras yang merupakan salah satu andalan utamanya, belum cukup untuk membuat pria berusia 36 tahun itu menundukkan Federer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa sedikit kecewa," aku Sampras usai pertandingan. "Tapi saya membuat Roger sedikit berkeringat malam ini," sambungnya.
"Saya masih bisa melakukan servis dengan baik. Taip hal terberat buat saya adalah pergerakan. Saya sedikit ceroboh di net dan kehilangan beberapa bola mudah. Tapi saya pikir saya akan bermain baik di partai berikutnya," tambah Sampras seperti dikutip AFP.
Bagaimana komentar Federer? Ia mengaku sedikit "grogi" karena menghadapi salah satu pahlawannya itu. Namun begitu menemukan irama permainannya, ia pun tak tertahankan.
"Situasi yang sedikit tricky. Saya masih bermain baik dan Pete sudah pensiun selama lima tahun. Tentu saja saya berharap menang malam ini," seloroh pemilik 12 titel grand slam itu.
"Saya sangat senang dengan performaku, tapi Pete juga masih bermain sangat, sangat baik," tukas Federer.
Sebelum Sampras pensiun mereka hanya bertemu satu kali, yakni di babak keempat Wimbledon 2001, yang dimenangi Federer dalam pertarungan lima set. Duel klasik Sampras-Federer dilanjutkan di Kualalumpur (22/11) dan terakhir di Makau (24/11).
(a2s/krs)











































