"Tidak. Ini pertanyaan yang gampang dijawab," tukas Sampras dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (21/11/2007), menjelang lakon keduanya dengan Federer di Negeri Jiran itu hari Kamis ini.
Dengan lebih serius mantan raja tenis di era 90-an itu menjelaskan kenapa dirinya takkan kembali ke jenjang profesional, walaupun ia tampak masih memiliki kemampuan untuk melakukannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih kontras dari tahun 1990-an. Sekarang para pemain itu memukul bola sangat keras," ujar bapak dua anak yang telah berusia 36 tahun itu, hasil pernikahannya dengan aktris yang juga mantan Miss USA Bridgette Wilson, seperti dikutip AFP.
Di Seoul, Korea Selatan, kemarin, pada duel pertama dari tiga eksebisinya dengan Federer, Sampras tetap memukau penonton dengan servisnya yang sangat kencang. Ia total membuat 10 ace, termasuk dari dua servisnya yang pertama, sedangkan Federer hanya enam.
Meskipun tidak telak, Sampras yang rambut di kepalanya sudah tampak berkurang tetap kalah. Federer mengatasinya 6-4 6-3 hanya dalam 61 menit.
"Saya tahu betapa dulunya Pete sangat hebat dan orang-orang cenderung melupakan para pemain besar. Jika Anda melihat rekor saya dan rekor dia, Pete masih memimpin di depan saya,β komentar Federer.
"Setelah melawan dia kemarin, inilah Pete Sampras yang saya ingat, mendatangi Anda, menyerang Anda," sambung bintang Swiss berusia 26 tahun itu.
Pertarungan kedua Federer-Sampras di Kuala Lumpur juga dimaksudkan untuk memeriahkan rangkaian perayaan 50 tahun kemerdekaan Malaysia dari Inggris. Tiket sebanyak 12.000 fans dinyatakan telah ludes terjual.
(a2s/ian)











































