Ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memasang target tinggi di Japan Open 2026. Setelah beberapa kali mentok di partai final turnamen level elite, keduanya ingin segera meraih gelar perdana di level BWF World Tour Super 750.
Sepanjang musim ini, Raymond/Joaquin menjadi salah satu pasangan Indonesia dengan performa paling konsisten. Prestasi terbaik mereka adalah finis sebagai runner-up Indonesia Open 2026, turnamen level Super 1000.
Namun, hasil tersebut justru memunculkan rasa penasaran karena gelar juara di level Super 750 ke atas belum juga berhasil diraih. Bahkan, hingga saat ini Indonesia juga masih belum mampu merebut satu pun gelar di turnamen level Super 750 maupun Super 1000 sepanjang 2026.
Setelah jeda kompetisi selama sekitar satu bulan, Raymond/Joaquin akan kembali tampil di Japan Open (14-19 Juli), dilanjutkan China Open (21-26 Juli).
"Pasti enggak gampang lah, butuh perjuangan. Apalagi kan turnamen itu kelas yang paling tinggi. Ya enggak mudah, ya kita kerja keras terus saja sampai bisa dapat," kata Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (8/7/2026).
Evaluasi Usai Indonesia Open
Selama masa persiapan, Raymond/Joaquin memanfaatkan waktu untuk berlatih bersama pasangan ganda putra lain di Pelatnas PBSI. Mereka juga berdiskusi dengan tim pelatih guna mengevaluasi penampilan di Indonesia Open.
"Di turnamen level atas pasti lawannya tak mudah dan jauh lebih berpengalaman dari kami. Evaluasinya sudah ada," ujar pasangan juara Australia Open 2025 itu.
Meski menyimpan ambisi meraih gelar perdana di level Super 750, Raymond/Joaquin memilih memasang target realistis lebih dulu, yakni menembus semifinal Japan Open.
Keduanya berharap bisa tampil lebih baik dibanding turnamen sebelumnya dan membuka jalan menuju gelar pertama di level elite. "Semoga di Japan Open ini bisa lebih baik lagi dari turnamen sebelumnya," ucap Joaquin.
(mcy/krs)










































