Meskipun berstatus juara bertahan, perjuangan Rusia di final Piala Davis tahun ini tak akan mudah. Selain menghadapi Amerika yang merupakan negara paling banyak mengoleksi gelar juara, Nikolay Davydenko cs akan bermain di kandang lawan, sepanjang akhir pekan ini.
Kondisi tersebut bisa dibilang serupa dengan nasib tim sepakbolanya di kualifikasi Euro 2008 pekan lalu. Sempat terancam tak lolos, skuad besutan Guus Hiddink justru meyingkirkan tim kuat Inggris yang secara mengejutkan kalah atas Kroasia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itulah Tarpishchev memberi kredit khusus pada Guus Hiddink yang telah sukses meramu tim sepakbola Rusia hingga akhirnya lolos ke Euro 2008.
"Dalam kaitannya dengan hal itu saya bersimpati dengan pelatih Guus Hiddink dan semua kolega sepakbolanya. Tapi dalam beberapa hal pekerjaan saya lebih sulit dari mereka," lanjut Tarpishchev yang mengaku lebih dulu jatuh cinta pada sepakbola sebelum menggeluti tenis itu.
Sama dengan Hiddink di sepakbola, Tarpishchev juga terkenal dengan tangan dinginnya di tenis Rusia. Sejak tahun 2002 negara itu sudah diberinya tiga piala Federasi dan dua Piala Davis.
"Siapa yang mengira Hiddink akan membawa Rusia ke Euro 2008, terutama setelah kalah Israel? Seperti kebanyakan negara kami masih sedikit terkejut. Tapi mungkin tim kami bisa melakukan hal yang sama dengan menang di Amerika," pungkas Tarpishchev. (din/krs)











































