Debut di Kejuaraan Dunia, Raymond/Joaquin: Lawan Terberat Diri Sendiri

Debut di Kejuaraan Dunia, Raymond/Joaquin: Lawan Terberat Diri Sendiri

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 15 Agu 2026 21:15 WIB
Ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memasang target tinggi di Japan Open 2026. Setelah beberapa kali mentok di partai final turnamen level elite, keduanya ingin segera meraih gelar perdana di level BWF World Tour Super 750.
Foto: Mercy Raya/detikcom
Jakarta -

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin siap menjalani debut di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India. Meski berstatus debutan, keduanya tidak ingin terlalu memikirkan nama besar lawan. Joaquin justru menyebut diri sendiri sebagai lawan terberat yang harus ditaklukkan.

Raymond/Joaquin untuk pertama kalinya tampil di Kejuaraan Dunia level senior. Kesempatan tersebut mereka dapatkan setelah mencatat sejumlah hasil positif, termasuk menjadi juara Australia Open 2025. Di turnamen tersebut, mereka mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final.

Teranyar, Raymond/Joaquin juga menunjukkan performa impresif di Indonesia Open 2026. Mereka melaju hingga final turnamen BWF World Tour Super 1000 sebelum akhirnya menjadi runner-up setelah kalah dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan pengalaman tersebut, Joaquin menilai lawan di Kejuaraan Dunia tidak jauh berbeda dengan turnamen BWF lainnya. Karena itu, fokus utama justru menjaga diri sendiri.

"Enggak ada (lawan terberat). Musuh terberat diri sendiri," kata Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Persaingan Ganda Putra di Pelatnas Sehat

Joaquin juga melihat persaingan di sektor ganda putra Indonesia sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, keberhasilan satu pasangan bisa menjadi pemicu motivasi bagi pasangan lainnya.

"Bagus sih menurut saya, jadi misalnya ada yang juara memotivasi kita juga biar bisa sama kayak mereka, kalau bisa lebih dari mereka. Jadi kayak ganti-gantian juaranya kan. Itu benar-benar sehat sih buat di ganda putra. Positif," ujarnya.

Raymond/Joaquin pun tidak ingin status sebagai pasangan muda membuat mereka memasang target terlalu rendah di Kejuaraan Dunia. Joaquin bahkan berpandangan kesempatan untuk menjadi juara harus dikejar sejak sekarang, tanpa harus menunggu mereka lebih senior.

"Kalau dari saya bukan karena mudanya. Misalkan bisa (juara) sekarang kenapa enggak? Kenapa harus tunggu pas sudah agak berumur? Tapi kalau misalkan dari muda saja bisa kenapa enggak? Jadi kami juga ingin menunjukkan kalau kita itu bisa," kata Joaquin.

Ingin Tebus Kekalahan di Level Junior

Bagi Joaquin, Kejuaraan Dunia juga memiliki arti khusus. Ia pernah merasakan kekalahan saat tampil di level junior dan kini ingin mencoba meraih prestasi lebih baik di level senior. Meski begitu, Joaquin tidak ingin membebani diri dengan hasil akhir. Persiapan maksimal menjadi pegangan sebelum berangkat ke New Delhi.

"Kejuaraan Dunia kalau menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi, dan juga kalau menurut saya dia medalinya beda sendiri. Saya pengen punya juga. Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya pengen coba ambil di yang senior."

"Apa pun hasilnya di Kejuaraan Dunia nanti, yang pasti kita sudah lakukan yang terbaik di latihan dan itu hasilnya nanti," tegas runner up Indonesia Open 2026.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 akan berlangsung di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, 17-23 Agustus. Raymond/Joaquin menjadi salah satu dari tiga wakil ganda putra Indonesia di ajang tersebut.

(mcy/krs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads