Amri Syahnawi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti mendapat tugas khusus di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keduanya terpilih menjadi kapten tim bulutangkis Indonesia untuk nomor beregu putra dan putri.
Amri dipercaya memimpin tim putra, sedangkan Fadia menjadi kapten tim putri. Keduanya terpilih melalui mekanisme voting yang dilakukan di grup WhatsApp tim.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Khusus cabang bulutangkis, nomor beregu digelar pada 20-24 September, kemudian dilanjutkan nomor perorangan pada 25-29 September.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh pertandingan bulutangkis berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang. Sebagai pemimpin tim, Amri dan Fadia bertugas mengoordinasikan serta menjaga kekompakan skuad Indonesia selama persaingan nomor beregu.
"Di grup Whatsapp tim ada beberapa nama yang bisa divoting untuk menjadi kapten. Ternyata saya dan Fadia yang dipilih paling banyak. Kami merasa terhormat dan siap menjalankan tugas ini," kata Amri dalam keterangan rilis PBSI, Kamis (17/9/2026).
Fadia juga mengaku terkejut ketika melihat hasil voting. Jumlah suara yang diterimanya bahkan melebihi jumlah pemain putri dalam skuad.
"Di grup itu kan campuran, ada tim putra dan tim putri. Pas saya lihat hasil votingnya kaget juga kok ada 15 suara padahal tim putri hanya 10 orang, ternyata yang pemain-pemain cowok dan pelatih juga voting untuk saya," Fadia menambahkan.
Amri sempat merasa sungkan menerima tugas tersebut. Apalagi, di dalam skuad terdapat sejumlah pemain senior seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian.
Amri Syahnawi. Foto: Dok. PP PBSI |
Namun, rasa canggung itu perlahan hilang setelah para pemain semakin sering berkumpul bersama.
"Awalnya memang agak gugup, agak tidak enak tapi lama-lama sudah di sini kami sering bareng, jalan dan makan bareng ternyata suasananya semua cair. Bonding di tim juga cukup baik," Amri mengungkapkan.
Amri dan Fadia Bidik Medali
Amri berharap tim putra Indonesia mampu membawa pulang medali emas dari nomor beregu. "Kalau harapannya pasti kami bisa membawa pulang medali emas untuk tim Putra. Semoga kami bisa selalu kompak dan hawa semangatnya terus dinaikkan," pesan Amri.
Sementara itu, Fadia meminta seluruh pemain tim putri tampil berani dan menjaga kekompakan. Ia juga menekankan tidak adanya sekat senior dan junior di dalam tim.
Siti Fadia Silva Ramadhanti. Foto: Dok. PP PBSI |
"Untuk tim putri, kami berharap kami bisa mencapai target dengan mendapat medali jadi harus semangat, jangan takut lawan siapapun. Saya sebagai kapten terus berpesan untuk semua agar membaur, kompak dan tidak ada istilah senior-junior. Kita di sini satu untuk Indonesia," ucap Fadia.
Tim bulutangkis Indonesia tiba di Nagoya pada Kamis (17/9) siang dan langsung menuju hotel yang telah disediakan. Tidak adanya Perkampungan Atlet terpusat membuat kontingen bulutangkis dari berbagai negara ditempatkan di sebuah hotel di kawasan Nagoya.
Hotel tersebut berjarak sekitar 27 kilometer dari Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Perjalanan dari hotel menuju arena pertandingan diperkirakan memakan waktu sekitar 40 menit.
(mcy/krs)











































