Moh. Zaki Ubaidillah mengungkapkan kunci kesuksesan membawa tim beregu putra Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026. Ia menyebut doa orang tua.
Ubed, sapaan karibnya, menjadi penentu babak final beregu putra Indonesia vs China di Asian Games 2026. Melawan Weng Hong Yang, Ubed menang dua gim 23-21, 21-13.
Kemenangan Ubed membawa tim beregu putra Indonesia menjadi juara dan berhak atas medali emas. Indonesia yang sebelumnya tertinggal 0-2, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, dan unggul 3-2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi pemain penentu, bukan hal yang mudah bagi pebulutangkis berusia 19 tahun tersebut. Apalagi, beregu putra menjadi salah satu yang ditargetkan meraih medali emas.
Kendati demikian, Ubed sukses mengatasi rasa gugupnya tersebut. Dia mengaku mendapat dukungan doa dari orang tuanya.
"Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga, sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa," kata Ubed melalui federasi.
Selain doa orang tua, Ubed juga mendapat sokongan berlimpah dari rekan-rekannya yang duduk di pinggir lapangan.
Moh. Zaki Ubaidillah dan keluarga saat bertanding di BNI Sirnas A Surabaya 2023. (Foto: M. Resha Pratama/detikcom) |
Alwi Farhan Cs tak henti-hentinya memberi dukungan agar Ubed bisa bermain lepas dan tenang. Terbukti, meski sempat tertinggal tapi dia mampu mengembalikan keadaan.
"Di gim pertama setelah lawan game point duluan, pikiran saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan," ujarnya.
"Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung," kata Ubed.
(mcy/bay)

