Perampokan tersebut berlangsung di rumah Chakvetadze, di luar kota Moskow, pada Selasa (18/12/2007) dinihari waktu setempat. Uang yang mencapai $ 106.000 (sekitar Rp 993 juta) dan sejumlah perhiasan serta barang berharga senilai $ 200.000 (Rp1,8 miliar) ikut raib.
Petenis kelahiran 5 Maret itu kemudian ditemukan terikat selama 30 menit, namun dikabarkan ia tidak mengalami luka-luka sedikitpun. "Anna kini sudah baikan," ujar pelatih tenis Rusia, Shamil Tarpishchev,seperti dilansir Yahoosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu mereka mulai mengancam saya, tapi saya melawan. Mereka memukul kepala saya. Saya pikir itu ujung pistol, namun keadaan ketika itu gelap," ujar sang Ayah.
"Mereka mengeluarkan pistol sungguhan dan mengingatkan saya bahwa anak-anak saya masih berada di dalam rumah. Mereka lalu menyuruh saya untuk menyerahkan semua barang," lanjutnya.
Pada saat kejadian tersebut adik Chakvetadze yang berusia sembilan tahun, Roman, sedang tertidur pulas dan tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.
Chakvetadze adalah petenis putri berperingkat enam dunia dan merupakan semifinalis AS Terbuka tahun ini. Rangking tertinggi dalam karirnya adalah lima, yang diraih pada bulan September setelah mencapai semifinal Grand Slam.
Di musim ini ia memenangi empat tropi juara dan total membawa pulang uang hadiah senilai $ 1,4 juta (Rp 13 miliar). Ini merupakan tahun terbaiknya semenjak ia terjun ke dunia profesional di tahun 2003.
(a2s/din)











































