Tahun 2007 ini, Nadal sebetulnya mencatat prestasi yang sangat baik. Pemuda Spanyol itu sukses menjuarai Grand Slam Prancis Terbuka dengan mengalahkan Roger Federer di final. Ia juga melaju ke final Wimbledon meski harus mengakui kemenangan Federer. Selain itu, Nadal pun memenangi tiga turnamen seri Masters.
Namun superioritas Federer-lah yang membuat Nadal menjadi terlihat "biasa". "Saya tidak masalah jadi pemain nomor dua, bahkan selama 50 tahun sekalipun," tukas Nadal seperti dilansir CNN. "Di waktu lain, saya mungkin bisa jadi nomor satu. Dengan adanya Federer, saya bahagia jadi nomor dua."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir Olimpiade sama pentingnya dengan Grand Slam atau Piala Davis. Apalagi, Olimpiade hanya datang sekali dalam empat tahun," lanjut petenis kidal spesialis lapangan tanah liat itu memberi alasan.
Namun sebelum mencapai Olimpiade, Nadal akan memulai perjalanannya tahun ini dengan turun di Chennai Open di India. Tahun lalu, Nadal dipecundangi petenis Belgia, Xavier Malisse, di babak semifinal. Selain di tunggal, Nadal juga akan turun di nomor ganda bersama rekan senegeranya, Bartolome Salva-Vidal.
Nadal enggan langsung memasang target spesifik untuk turnamen yang sering dijadikan pemanasan menjelang Grand Slam Australia Terbuka ini. Baginya, ia hanya ingin bermain tenis dengan lebih baik tahun depan.
"Saya siap secara fisik maupun mental dalam menghadapi musim baru," pungkasnya optimistis.Β (arp/a2s)











































