Disebut mudah karena pertarungan puncak tersebut hanya berlangsung 57 menit dalam skor yang "minim". Youzhny, yang diunggulkan di tempat keempat, menyudahi perlawanan Nadal dengan 6-0 6-1, Minggu (6/1/2008).
Kegagalan Nadal meraih titel pertamanya di tahun 2008 ini dinilai lebih dikarenakan staminanya tidak cukup bugar. Sehari sebelumnya ia bertarung hampir empat jam untuk mengalahkan Carlos Moya di babak semifinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangannya usai berlaga, Nadal tak mengelak bahwa dirinya masih kecapekan setelah meladeni Moya, walaupun juga tidak semata-mata menjadikan hal tersebut sebagai dalih kekalahannya.
"Mungkin saya sedikit letih setelah semifinal yang panjang itu. Tapi saya kalah di final karena Mikhail bermain sangat baik," ujar pemain kidal asal Spanyol itu.
Namun, upaya merendah Nadal justru tidak "diterima" Youzhny. Petenis Rusia peringkat 19 dunia itu menyadari Nadal "tidak sedang bermain".
"Rafa yang tadi bukanlah Rafa," katanya. "Saya tidak menang hari ini, tapi dia yang kalah. Dia mati dan tak bisa bergerak. Saya harus berterima kasih pada Carlos (Moya) yang membuat dia berada di lapangan selama empat jam tadi malam."
"Kemenangan ini seperti sebuah hadiah dari Rafa buat saya," tambah Youhzny, yang menambah koleksi titelnya menjadi empat, serta menjadi pemain Rusia pertama yang pernah memenangi turnamen berusia 13 tahun tersebut. (a2s/arp)











































