Pahlawan Thomas Cup Indonesia di tahun 1958 ini meninggal dunia akibat komplikasi penyakit jantung dan liver yang dideritanya.
Komplikasi penyakit ini dideritanya sejak dua tahun yang lalu. Meski demikian Nyoo Kim Bie tetap tak bisa berpisah dengan dunia bulutangkis dan terus beraktivitas. Di hari-hari menjelang ajalnya, Nyoo ia bahkan masih aktif sebagai pelatih untuk anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak meninggal dunia tadi malam karena penyakit yang komplikasi, jantung dan liver," kata Maria Magdalena salah satu putrinya kepada detiksurabaya, Selasa (8/1/2008).
Menurut putri kedua almarhum, Magdalena, sebelum meninggal dunia Nyoo Kiem Bie berharap ke depan Indonesia memiliki atlet bulutangkis yang handal. Ia juga berharap muncul bibit-bibit baru yang bisa membawa nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.
"Bapak berharap bulutangkis Indonesia akan muncul bibit-bibit muda yang
bisa mengharumkan nama bangsa," ujar Maria sambil terisak.
Semasa aktif menjadi atlet, Nyoo Kim Bie tampil sebanyak dua kali membela "Merah Putih". Nyoo menjadi menjadi pahlawan Piala Thomas tahun 1958 dan 1961. Nyoo Kim Bie berpasangan dengan Tan King Gwan, pasangan kuat saat itu. Selamat jalan Nyoo Kim Bie.... (fat/nrl)










































