Di Rod Laver Arena, Selasa (22/1/2008), Sharapova tampil luar biasa untuk menundukkan Henin sekaligus mengamankan tiket ke semifinal. Memeperbaiki rekor pertemuannya dengan Henin menjadi 3-6, putri Rusia itu menang straight set 6-4 dan 6-0.
Tanda-tanda kemenangan Sharapova sudah terlihat di awal laga saat dia langsung memimpin 3-0 dalam waktu relatif singkat. Henin kemudian memang beberapa kali mem-break lawannya itu, namun Sharapova yang ditempatkan di unggulan lima akhirnya menyudahi pertandingan dalam kedudukan 6-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sungguh luar biasa, saya merasa melayang . Saya berusaha mengacuhkan rekor yang dimilikinya atau berapa turnamen yang sudah dimenanginya, yang memang sangat banyak," ungkap Sharapova yang menyudahi 32 kemenangan beruntun Henin di semua turnamen.
Kemenangan ini membuka peluang Sharapova membayar kegagalan musim lalu saat dia ditumbangkan Serena Williams di final. Namun sebelum menapaki partai puncak Sharapova harus menghadapi Jelena Jankovic, yang beberapa jam lalu justru menundukkan Serena dengan 6-3 dan 6-4.
"Kami tumbuh bersama, berlatih di akademi yang sama. Itu terasa sedikit aneh. Kami selalu melakukan segala hal bersama, bermain di grup yang sama. Menjadi mimpi kami berdua bermain di Grand Slam, terutama saling berhadapan," Sharapova mengomentari calon lawannya. (din/a2s)











































