Euforia Serbia di Australia Terbuka

Euforia Serbia di Australia Terbuka

- Sport
Kamis, 24 Jan 2008 02:13 WIB
Euforia Serbia di Australia Terbuka
Belgrade - Agenda pemilu di Serbia untuk sementara terpinggirkan. Pun demikian dengan ancaman deklarasi kemerdekaan Kosovo, sebuah propinsi di Serbia. Itu semua karena kiprah tiga petenis Serbia di Australia Terbuka.

Lolosnya Novak Djokovic, Ana Ivanovic dan Jelena Jankovic ke babak semifinal Australia Terbuka kini menjadi pembicaraan utama di negara Balkan tersebut, menggeser persiapan pemilu babak kedua awal Februari nanti. Ancaman kemerdekaan dari etnis Albania yang saat ini menjadi warga mayoritas di Kosovo pun untuk sementara bak terlupakan.

"Serbia Berkuasa di Australia" tulis sebuah surat kabar Serbia di halaman mukanya. "Tak Ada yang Bisa Menghentikan Kami di Down Under (Australia --red)" tulis media lainnya, Rabu (23/1/2008) usai Djokovic, Jankovic dan Ivanovic masuk babak empat besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini luar biasa. Kalau bintang-bintang tenis kami tak ada, saya tak tahu negara yang sedang bermasalah ini harus mengelu-elukan apa," ceria seorang mahasiswa, Dragan Spasic, usai menyaksikan Djokovic menaklukkan unggulan kelima David Ferrer dan Ivanovic mengalahkan unggulan kedelapan Venus Williams di perempatfinal, seperti dilansir Yahoosport, Kamis (24/1/2008).

Spasic hanyalah satu dari sekian banyak warga Serbia yang duduk manis di rumah dan menyaksikan para petenis kebanggaan meraih kemenangan. Kemacetan yang biasa mewarnai pagi hari kota Belgrade --ibukota Serbia-- bahkan tak ditemukan, karena banyak orang yang telat masuk kerja usai menyaksikan partai tenis malam sebelumnya.

Media elektronik juga penuh dengan euforia kesuksesan Djokovic, Ivanovic dan Jankovic. Siaran televisi dipenuhi tayangan kemenangan mereka, sementara blog-blog di internet dipenuhi oleh komentar seputar keberhasilan ketiga petenis tersebut.

Hal itu tentu saja jadi angin segar buat penduduk Serbia, yang belakangan banyak dijejali berita-berita serius seputar pemilihan umum.

"Di negara kami, masyarakatnya semakin terbiasa dengan tenis dan semakin banyak pemuda yang tertarik bermain. Kami harus membangun sarana buat olahraga tenis, mungkin setelah pemilu dan segala hal yang terkait dengan itu," ceplos Djokovic yang kini menduduki posisi tiga ATP.

(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads