Satu dari dua finalis, Maria Sharapova, tampil sempurna di babak-babak awal. Tak satu set pun hilang dari genggamannya, termasuk saat menghadapi Justine Henin di perempatfinal.
Jelena Kostanic Tosic menjadi korban pertama unggulan kelima itu, disusul mantan ratu tenis Lindsay Davenport di babak kedua. Duo Rusia Elena Vesnina dan Elena Dementieva juga takluk oleh kompatriotnya itu, masing-masing di babak ketiga dan empat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyaris serupa dengan Sharapova, Ana Ivanovic juga tampil dominan sebelum berlaga di semifinal. Sorana Cirstea, Tathiana Garbin, Katarina Srebotnik, Carolina Wozniacki dan Venus Williams ditaklukkannya hanya dalam dua set.
Baru di babak empat besar unggulan keempat asal Serbia itu dipaksa main rubber set oleh Daniela Hantuchova 0-6 6-3 6-4.
Catatan statistik seperti itu memunculkan prediksi bahwa laga final di nomor putri bakal berakhir sengit. Dua petenis terbukti sama-sama tangguh di event grand slam Australia Terbuka tahun ini.
Namun bukan tidak mungkin juga pertarungan malah berlangsung antiklimaks dan berakhir cepat. Apalagi kharakteristik Sharapova dan Ivanovic, sama-sama petenis 'menyerang' yang ingin menyudahi pertandingan dalam secepat mungkin. Itu semua terlihat dalam rata-rata waktu bertanding yang tidak lebih dari satu jam 15 menit.
Menilik ke belakang, dua ajang final Australia terbuka juga disudahi dalam dua set saja. Sedikit catatan, di tahun 2006, Amelie Mauresmo menjadi kampiun Australia Terbuka setelah Henin mundur dari partai final di set kedua karena cedera. Sedangkan Serena Williams menang atas Sharapova 6-1 6-2 di tahun 2007.
Akankah demikian? Kita Lihat saja nanti.
(ian/a2s)











































