Dalam pertandingan semifinal yang digelar di Rod Laver Arena, Jumat (25/1/2008), Federer secara mengejutkan menyerah tiga set langsung. Djokovic yang ditempatkan sebagai unggulan tiga menundukkan sang juara bertahan dengan 7-5, 6-3 dan 7-6 (7-5).
Di set pertama Federer sebenarnya mampu lebih dulu mem-break lawannya untuk kemudian memimpin 5-3. Namun banyaknya unforced error yang dibuat Federer membuatnya kehilangan empat game secara beruntun dan kemudian menyerah 7-5 dalam tempo 45 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Federer yang belum pernah tertinggal 2-0 dalam pertarungan lima set sejak 2005 berusaha bangkit di set terakhir. Awalnya itu sempat menjanjikan karena petenis 26 tahun itu tiga kali mem-break Djokovic.
Namun dengan mengandalkan servis-servisnya yang banyak berujung ace, Djokovic mampu memberikan perlawanan sengit. Berhasil memaksa lawannya melewati tie break, petenis Serbia berusia 20 tahun itu akhirnya memastikan langkah ke final setelah bola pengembalian Federer gagal menyeberangi net, dia menang 7-6 (7-5).
Ini merupakan kemenangan kedua Djokovic atas Federer dari tujuh pertemuan. Petenis berperingkat tiga dunia itu juga mengukir sejarah sebagai orang kesembilan yang mencapai final Australia terbuka tanpa kehilangan satu set pun, sama seperti yang diraih Federer saat menjadi juara tahun lalu.
Di final yang akan berlangsung Minggu (27/1/2008), Djokovic akan menghadapi Jo-Wilfried Tsonga yang juga membuat kejutan saat menundukkan Rafael Nadal dengan 6-2, 6-3 dan 6-2. (din/a2s)











































