Ribuan pecinta tenis Serbia menyaksikan Novak Djokovic mengandaskan petenis nomor satu dunia Roger Federer di Melbourbe, Jumat (25/1/2008), untuk mengunci satu tempat di partai puncak tunggal putra.
Banyak pasang mata di Serbia dipastikan akan kembali tertuju ke televisi pada hari Sabtu (26/1/2008) saat Ana Ivanovic menantang Maria Sharapova untuk berebut gelar juara tunggal wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin semua gelar dan saya pikir para petenis muda berhati tangguh kami memiliki kesempatan bagus untuk meraih kesuksesan bersejarah ini," ujar Vladimir Martic, seorang manajer sebuah bar di Belgrade yang kerap menggelar acara nonton bareng tayangan langsung olahraga, seperti dilansir Yahoosport.
Martic menambahkan kalau kesuksesan ketiga petenis itu sangat membanggakan dan pasti selalu menyedot perhatian besar rakyat Serbia. Dia mencontohkan suasana ketika bar-nya menayangkan langsung partai Djokovic kontra Federer.
"Suasana di sini pagi tadi saat Djokovic melawan Federer pantas disejajarkan dengan siaran final Liga Champions dan pasti akan lebih gila-gilaan lagi Minggu nanti. Tempat kami sudah penuh terisi dan kami akan berusaha untuk menampung semua orang yang ingin melihat pertandingannya di sini," tutur dia.
Partai puncak yang kemungkinan akan berlangsung pada malam hari di Serbia juga membuat beberapa klub malam populer telah memasang layar-layar untuk ditonton ramai-ramai. Mereka tak mau ketinggalan sedetikpun penampilan petenis kebanggaan.
Sepasang petugas resepsionis di sebuah gedung perkantoran Belgrade juga dengan bangga memamerkan televisi mininya seraya berujar, "Kami nyaris tak tidur selama dua pekan terakhir menyaksikan mereka berlaga dan kami pastinya tak mau luput melihat partai final nanti. Kami bergantian tidur siang dan toh banyak kopi untuk diminum yang bisa bikin kami terjaga ketika kelelahan."
Memang, luapan emosi positif terpancar jelas dari rakyat Serbia atas raihan para duta-duta olahraganya saat bertarung di belahan bumi lain. "Para anak muda ini telah membawa kebahagian buat kami semua dan mereka tetap pahlawan kalaupun tak ada yang menang di final. Terutama Djokovic dan Ivanovic, yang merupakan kebanggaan Serbia dan wakil terbaik kami di dunia internasional," puji Zoran Ristic yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang supir taksi.
Pria 50 tahun itu menambahkan, "Saya akan mengatur alarm di jam (untuk menonton) dan berharap (kemenangan) untuk ketiganya."
(krs/key)











































