Di usianya yang baru 20 tahun Sharapova sudah mampu meraih tiga gelar Grand Slam, dengan yang terakhir dicatatkan di Melbourne Park atas Ana Ivanovic. Akan tetapi sepertinya karirnya hanya akan sampai usia yang ke-30.
Saat ditanyakan apakah dia masih akan bermain pada tahun 2018, Sharapova menukas, "Tidak. Pasti tidak. Saya harap saat itu saya sudah punya suami yang baik dan beberapa anak."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bercermin dari agenda tenisnya dalam setahun, Sharapova menuturkan kalau padatnya jadwal telah membuat waktu bersama keluarganya tersita --sang ayah Yuri setia menemani Sharapova namun sang Ibu Yelena jarang terlihat di lapangan tenis. Itulah mengapa dia enggan kembali berlaga di dunia tenis bilamana sudah didampingi anak dan suami.
"Karir saya meski luar biasa, banyak kekurangannya. Orangtua saya jarang bertemu satu sama lain. Tapi itulah pengorbanan yang harus dilakukan saya dan keluarga. Kami telah melalui proses yang lebih berat (dibanding keluarga lain) dengan jarang melihat ibu ketika saya masih lebih muda," urai petenis rangking lima dunia tersebut.
Meski bicara tentang pensiun, Sharapova juga mengaku masih amat mencintai tenis. "Tidak ada hadiah yang lebih baik daripada melakukan sesuatu yang kau suka dan ahli melakukannya. Ketika saya masuk ke lapangan, itu adalah tempat yang saya cintai dan tak ada yang bisa mengubahnya. Saya lupakan partai lalu, fokus kepada apa yang ingin saya lakukan."
Besarnya kecintaan terhadap dunia tenis itu pula tampaknya yang bikin Sharapova enggan kembali jika sudah punya keluarga sendiri, karena takut malah kemudian meminggirkan keluarga. "Ada jeda (turnamen) untuk liburan, periode Natal, dua hari libur yang bagus dan lantas Anda kembali ke lapangan dan itu seperti tak pernah berakhir. Saat saya ke lapangan, yang lainnya terlupakan," tandas dia seperti dilansir AFP, Minggu (27/1/2008).
(krs/din)











































