Sebelum bertanding di partai puncak menghadapi Jo-Wilfried Tsonga, Djokovic sudah berupaya keras mengurangi tensi dengan berbagai cara. Akan tetapi ketika melangkahkan kaki memasuki Rod Laver Arena, "Semuanya berubah dalam dua detik...ketika Anda masuk ke dalam stadion yang terisi penuh," ungkap petenis 20 tahun itu seperti dilansir Yahoosport, Senin, (28/1/2008).
Meski didera kegugupan di awal pertandingan sehingga kalah di set pertama, Djokovic tetap berhasil mengunci gelar juara dengan kemenangan 4-6 6-4 6-3 7-6 atas Tsonga yang diberi julukan Muhammad Ali karena kemiripannya. "Saya sedikit gugup di awal karena masuk final sebuah grand slam dengan dijagokan (atas lawan), yang mana tak biasa buat saya. Selalu bahaya menghadapi seorang underdog yang tak punya beban apa-apa."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bermain di final grand slam di AS Terbuka jelas memberikan pengalaman yang saya gunakan hari ini. Saya hanya berusaha menjaga konsentrasi, terus konsisten, menunggu kesempatan dan langsung mengambilnya saat kesempatan itu datang, seperti yang saya lakukan hari ini. Dalam momen penting seperti ini saya mungkin lebih sabar dan fokus, jadi saya pikir itulah salah satu titik baliknya," beber petenis Serbia itu.
Selain sudah meraih gelar grand slam pertamanya, Djokovic yang akrab disapa Nole itu kini juga menjadi orang Serbia pertama yang berhasil menggondol gelar grand slam.
"Itu mungkin perasaan yang sulit digambarkan, sesuatu yang selalu saya impikan. Saya pikir impian setiap petenis adalah menang grand slam. Saya belum sadar ini adalah raihan luar biasa. Meski begitu ini grand slam pertama saya. Saya takkan langsung mencoba berpikir mencapai tujuan lebih besar dulu. Saya tak terburu-buru," pungkasnya.
Sebelumnya, Monica Seles pernah memenangi tiga gelar Australia Terbuka dari tahun 1991-1993. Namun saat itu dia masih mengusung bendera Yugoslavia.
(krs/din)











































