Pekan lalu Federer memang gagal mendulang hat-trick gelar juara di Melbourne. Federer Express --julukan Federer-- ditaklukkan oleh Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka
Federer pun mengambil hikmah dari kekalahannya tersebut. "Penting untuk selalu melihat ke depan. Gambar besarnya adalah, saya harus berhadapan dengan jadwal yang sangat ketat, Prancis Terbuka, Wimbledon, Olimpiade dan AS Terbuka," ujar Federer seperti dilansir YahooSports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terdekat dari tiga Grand Slam tersisa adalah Prancis Terbuka. Turnamen yang berlangsung di atas lapangan tanah liat itu adalah satu-satunya Grand Slam yang belum pernah dimenangi Federer.
Selain belum pernah memenangi Prancis Terbuka, Federer juga hanya perlu memenangi dua gelar Grand Slam lagi untuk menyamai rekor 14 gelar yang dimiliki Pete Sampras.
Mungkin saking penasarannya dengan Prancis Terbuka, Federer memberi isyarat akan menyewa pelatih baru. Petenis nomor satu dunia itu menang tak berpelatih semenjak berpisah dengan Tony Roche beberapa waktu lalu.
Berdasar kebiasaan saat ini, Federer selalu membawa Serevin Luethi, kapten tim Piala Davis Swiss, ke manapun ia bertanding. Namun kebutuhan pelatih permanen tampaknya tak terelakkan.
"Saya pikir saya tidak bisa mengubah permainan saya dengan drastis. Saya pikir juga tidak harus. Pada masa kini, yang penting adalah detil permainan. Itu mungkin adalah alasan utama mengapa saya harus mulai mencari orang lain untuk bekerjasama," papar Federer.
Federer saat ini tengah mengadakan promosi untuk pertarungan eksebisi antargenerasi melawan Sampras di New York, 10 Maret nanti. Ini adalah pertandingan Federer vs Sampras yang keempat, di mana Federer unggul 2-1 di tiga laga sebelumnya.
(arp/a2s)











































