"Mungkin Thomas Cup ini menjadi yang terakhir bagi saya. Saya ingin memberikan kesempatan kepada yang muda," kata Taufik kepada wartawan di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
"Saya ingin pensiun maksimal di usia 31 tahun, tapi kalau bisa sebelum 30," sambung pebulutangkis kelahiran 10 Agustus 1981 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi itu pun belum ia pastikan karena ia melihat kehidupan para mantan atlet yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pihak pemerintah.
"Mudah-mudahan masih di bulutangkis, tapi saya tidak terlalu berharap. Masa depan apa dari bulutangkis? Iya 'kan? Atlet tidak pernah diperhatikan. Jarang orang mau jadi atlet karena pemerintah kurang memperhatikan atlet," tukas bapak satu anak ini. (key/a2s)











































