Kebijakan baru tersebut merupakan bagian dari rencana Asosiasi Tenis Wanita (WTA) untuk memberi proteksi lebih ketat bagi keamanan dan keselamatan pemain terutama saat mengikuti sebuah turnamen.
Kongkretnya, orangtua, pelatih, agen, sampai anggota keluarga, kerabat, dan pasangan si pemain, harus setuju latar belakang krimimalnya diperiksa apabila mereka ingin memperoleh akses penuh di sebuah turnamen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prioritas dan tanggung jawab utama turnamen adalah kesehatan dan kesejahteraan dari atlet kami. Dan langkah ini merupakan bentuk nyata dari analisis yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan keselamatan pemain selama turnamen," tambahnya.
Implementasi kebijakan tersebut langsung diberlakukan dalam turnamen di Doha dan Bogota minggu ini.
Wacana memberi pengamanan dan perlindungan lebih ketat untuk petenis putri sudah mengemuka dalam dua tahun terakhir, seiring banyaknya insiden yang dialami beberapa pemain.
Peristiwa penusukan Monica Seles oleh seorang fans Steffi Graf di lapangan pada tahun 1993 adalah yang paling mengerikan. Akibat kejadian tersebut Seles mengalami trauma dan harus absen dari dunia tenis selama lebih dari dua tahun.
Williams bersudara, Venus dan Serena, juga pernah merasa terancam karena sering dikuntit seseorang di beberapa turnamen.
Kasus lain yang cukup menghebohkan adalah pengalaman kekerasan terhadap pemain Rusia Evgenia Linetskaya di bulan Agustus 2005. Di saat mengikuti turnamen di San Diego ia sempat ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka di bagian kepala dan wajahnya.
Ternyata luka itu didapat karena ia dipukuli bapaknya sendiri, yang juga bertindak sebagai manajernya. Konon sang ayah memukuli Linetskaya gara-gara anaknya ngotot ingin mengemudikan mobilnya sendiri walaupun belum punya SIM. Versi lain menyebutkan kekerasan tersebut terkait uang yang diperoleh Linetskaya dalam karirnya sebagai petenis profesional.
Sang ayah, juga pelatihnya yang bernama Joseph Giuliano, yang diduga suka pula memukuli anak asuhnya itu, kemudian diberi sanksi berupa larangan mengikuti Linetskaya di turnamen manapun.
Foto: Monica Seles sehabis ditikam seorang penonton di tahun 1993. (ist)
(a2s/din)











































