Awal tahun 2008 berjalan tak mulus buat Federer. Setelah tumbang dua set langsung oleh Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka, petenis nomor satu dunia itu langsung tersingkir di babak pertama Dubai Terbuka oleh Andy Murray dengan 7-6(6), 3-6 dan 4-6.
Itulah awal tahun terburuk Federer dalam delapan musim terakhir. Sesuatu yang kemudian membuat banyak pengamat menyebut itu adalah tanda-tanda kalau pengoleksi 12 gelar Grand Slam itu mulai kehilangan kilau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertandingann yang digelar di Madison Square Garden, Selasa (11/3/2008) itu Federer kembali menundukkan seniornya melalui pertarungan sengit sepanjang tiga set dengan 6-3, 6-7 dan 7-6.
Federer yang cuma butuh dua titel grand slam lagi untuk menyamai rekor grand slam terbanyak yang masih dimiliki Sampras malah mengaku kecintaannya pada tenis tak pernah sebesar yang ia rasakan saat ini. Kegagalan yang dia derita sebelumnya dianggap sebagai pemacu untuk mengumpulkan lebih banyak tropi.
"Saya suka tampil di lapangan utama di seluruh dunia. Banyak orang yang senang saat saya tampil di sana. Itu membuat saya tersentuh. Saya lebih rajin berlatih saat ini. Yang sangat saya nikmati adalah bertanding, tekanan, fans, dan lapangan utama.Saya harap itu bisa bertahan selama mungkin," pungkas Federer. (din/ian)











































