Fisik Indonesia Dinilai Kurang

Jelang Piala Thomas-Uber 2008

Fisik Indonesia Dinilai Kurang

- Sport
Kamis, 27 Mar 2008 16:19 WIB
Fisik Indonesia Dinilai Kurang
Jakarta - Kejuaraan bulutangkis beregu Piala Thomas & Uber 2008 di Jakarta kurang lebih tinggal satu bulan lagi. Salah satu kendala yang masih dimiliki tim Indonesia adalah menyangkut fisik.

Demikian diungkapkan konsultan fisik asal Australia, Jason Kurfurst, yang baru-baru ini diperbantukan KONI buat PBSI untuk meningkatkan ketahanan fisik Nova Widianto dkk, yang ia nilai belum sesuai harapan.

"Untuk masalah fisik, para atlet masih kurang. Tapi karena mereka sudah berusaha keras, ya apalagi yang bisa saya minta?" tukas Kurfurst saat ditemui wartawan di sela-sela latihan tim di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (27/3/2008).

Aspek ini ditegaskan pula oleh pelatih fisik PBSI Felix Ari Bayu Martha, merujuk pada kegagalan atlet-atlet Indonesia di empat kejuaraan seri/grand prix terakhir. Waktu yang berdekatan dari seri satu ke seri berikutnya membuat kondisi atlet tidak maksimal. Hal ini ditambah oleh jadwal penerbangan yang sempat mengalami beberapa kali transit sebelum sampai ke lokasi event.

"Di Basel (Swiss), misalnya, tim baru datang kira-kira jam setengah dua dinihari, padahal pagi harinya sudah harus bertanding. Sementara Cina sudah melakukan latihan sebelumnya," tukas Felix.

Untuk meningkatkan performa ketahanan fisik, staf pelatih dan Kurfust berencana menerapkan beberapa metode yang didasari pada tiga faktor, yakni power, muscle and endurance, serta stamina.

Felix juga mengatakan bahwa penambahan porsi latihan fisik tentu akan diadakan. "Tapi mungkin tidak terlalu banyak," ujarnya.

Tim Indonesia besok akan bertolak ke Batam untuk mengikuti simulasi tahap akhir sebelum pihak PBSI memutuskan daftar skuad yang akan diikutkan di Piala Thomas-Uber tahun ini, yang digelar 11 sampai 18 Mei mendatang.
(a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads