Dekatnya waktu pelaksanaan antara Malaysia Open, Korean Open, All England dan Swiss Open, dinilai turut membuat fisik atlet-atlet bulutangkis Tim Merah Putih kian kedodoran untuk mengikuti ajang Piala Thomas-Uber Mei nanti. Namun anggapan itu tidak diamini oleh Christian.
"(Fisik) Nggak masalah, karena ini tergantung pada sejauh mana mereka bisa menjaga fisik masing-masing. Dan Super Series ini sangat penting karena menentukan poin untuk Olimpiade, jadi harus ikut," jelasnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Kantor PBSI Cipayung, Kamis (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal kegagalan beruntun para pemain Indonesia dalam empat seri terakhir yang juga dinilai berpotensi menyurutkan mental bertanding, Christian berharap anak-anak asuhnya bisa mengatasi hal tersebut. Daripada tertekan, dia meminta para pemain justru menjadikan kegagalan itu sebagai sebuah lecutan meraih kesuksesan di Thomas-Uber nanti.
"Akibat kekalahan itu ada dua macam. Kalau ditanggapi dengan negatif ya hasilnya jadi down. Tapi kalau mereka menanggapi ini secara positif, justru ini bisa jadi motivasi untuk menebus kekalahan. Dan sebagai pemain saya anjurkan mereka harus punya motivasi itu," tegas Christian.
Keberadaan psikolog untuk membenahi faktor mental, lanjut dia, juga sudah sejak lama diberlakukan di pelatnas PBSI. Hanya saja, kalau dulu sistem yang digunakan berupa kelas-kelas konsultasi, sekarang para atlet melakukan konsultasi secara personal agar bisa lebih terbuka dalam menyampaikan unek-uneknya.
(krs/arp)











































