Riak-riak Protes Mewarnai Laga

Piala Davis

Riak-riak Protes Mewarnai Laga

- Sport
Minggu, 13 Apr 2008 02:04 WIB
Riak-riak Protes Mewarnai Laga
Jakarta - Riak-riak kecil mewarnai jalannya pertandingan Piala Davis antara Indonesia melawan Cina, Sabtu (12/4/2008). Wasit dinilai merugikan Indonesia, namun pemain mengaku tak peduli.

Pertandingan yang berlangsung di Tenis Outdoor Senayan Jakarta tersebut memang berjalan ketat. Kedua tim mau dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Beberapa ketidakjelian hakim garis sedikit mewarnai partai ganda Christoper Rungkat/Ketut Nesa Artha versus Mao Xin Gong/Zhe Li.

Protes pun sempat bermunculan. Saat Indonesia memimpin dengan skor 4-3 (40-40) di set keempat, satu bola pengembalian dari pasangan Cina dianggap keluar oleh Christo, panggilan Christoper Rungkat, namun dinyatakan masuk oleh linesman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontan saja pemain berusia 18 tahun itu meminta penjelasan kepada wasit utama, Dewi Fortuna. Setelah melakukan dialog yang cukup panjang, wasit tetap pada pendiriannya dan memutuskan bola masuk.

"Pastinya ini tidak enak buat saya. Tapi ya saya terima saja. Kalau saja pada saat itu saya ributkan, nanti malah bikin saya nggak fokus," ujar Christo sesaat setelah memenangi pertandingan.

Tidak hanya itu, memasuki set kelima protes kembali muncul. Rasa tidak puas kali ini diutarakan oleh manajer tim Davis Cina Wang Yue. Dia menganggap bahwa Nesa yang saat itu lebih banyak bermain di depan telah menyentuh net.

Bila Christo menanggapi kejadian itu dengan santai, reaksi bernada keras datang dari manajer tim Indonesia Krisno Merdiko. "Kita tuh sudah beberapa kali dicurangi loh. Seharusnya mereka bisa menguntungkan negaranya sendiri. Bukan tim lawan," gerutunya.

Christo diiyakan Nesa. Pemain yang dijuluki Black ini juga mengaku pasrah. "Di setiap turnamen kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tapi tadi kita bisa mengatasinya dan tidak terbawa emosi," tandasnya.

(arp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads