Pertandingan yang berlangsung di Tenis Outdoor Senayan Jakarta tersebut memang berjalan ketat. Kedua tim mau dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Beberapa ketidakjelian hakim garis sedikit mewarnai partai ganda Christoper Rungkat/Ketut Nesa Artha versus Mao Xin Gong/Zhe Li.
Protes pun sempat bermunculan. Saat Indonesia memimpin dengan skor 4-3 (40-40) di set keempat, satu bola pengembalian dari pasangan Cina dianggap keluar oleh Christo, panggilan Christoper Rungkat, namun dinyatakan masuk oleh linesman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya ini tidak enak buat saya. Tapi ya saya terima saja. Kalau saja pada saat itu saya ributkan, nanti malah bikin saya nggak fokus," ujar Christo sesaat setelah memenangi pertandingan.
Tidak hanya itu, memasuki set kelima protes kembali muncul. Rasa tidak puas kali ini diutarakan oleh manajer tim Davis Cina Wang Yue. Dia menganggap bahwa Nesa yang saat itu lebih banyak bermain di depan telah menyentuh net.
Bila Christo menanggapi kejadian itu dengan santai, reaksi bernada keras datang dari manajer tim Indonesia Krisno Merdiko. "Kita tuh sudah beberapa kali dicurangi loh. Seharusnya mereka bisa menguntungkan negaranya sendiri. Bukan tim lawan," gerutunya.
Christo diiyakan Nesa. Pemain yang dijuluki Black ini juga mengaku pasrah. "Di setiap turnamen kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tapi tadi kita bisa mengatasinya dan tidak terbawa emosi," tandasnya.
(arp/din)











































