Agenda yang merupakan hasil racikan dari BWF ini dianggap sangat merugikan Indonesia, mengingat hanya Maria Kristin dkk yang harus mengalami double match di hari yang sama. Keberatan pun sudah diajukan oleh kubu "Merah Putih" menyoal jadwal tersebut.
Menurut Direktur Turnamen Thomas Uber 2008 Mimi Irawan, kini pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari pihak BWF yang bakal menindaklanjuti keberatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal pertemuan itu sendiri belum bisa dipastikan karena masih harus menunggu kedatangan BWF. "Tergantung mereka datang jam berapa," lanjut Mimi.
Ketika disinggung apakah upaya ini akan berhasil, dia menegaskan keyakinannya karena status Indonesia sebagai tuan rumah.
PBSI, imbuh Mimi, kini akan terus mengupayakan perubahan jadwal sampai BWF mau mengubahnya menjadi satu kali pertandingan saja. "Kita mengajukan Uber main jam satu, dan Thomas main jam enam."
(krs/din)











































