Masalah berawal ketika BWF mengeluarkan jadwal yang mengharuskan Tim Uber Indonesia bermain dua kali dalam satu hari. Agenda tersebut dianggap sangat merugikan Indonesia, mengingat hanya Maria Kristin dkk yang harus mengalami double match di hari yang sama.
Indonesia pun sudah menyatakan keberatannya tersebut dan BWF bersedia membahasnya. Namun, jika pembahasan tersebut menemui kegagalan, maka "Merah-Putih" menyatakan mundur dari turnamen Thomas-Uber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya 5 Februari itu kita udah deal soal jadwal. Tetapi ternyata ketika diumumkan tanggal 29 April, jadwalnya berbeda dan itu sangat merugikan Indonesia," imbuhnya.
Sulistyanto juga sangat menyesalkan mengapa Indonesia tidak mendapat kemudahan. Seharusnya, sebagai tuan rumah, Indonesia diuntungkan oleh jadwal.
"Kita udah bayar lho ke BWF. Sebagai tuan rumah harusnya kita dapat wild card. Hari ini pukul 17.30 ada rapat teknis dengan BWF. Besok jam 2 Punch Gunalan (Deputi Ketua BWF) akan datang ke kantor PBSI buat membahas (masalah) ini," tukasnya. (roz/arp)











































