Perubahan tersebut berkaitan dengan diubahnya jadwal tanding tim Indonesia. Perubahan tersebut menyebabkan tim Uber Belanda terpaksa bertanding dua kali dalam sehari menggantikan Indonesia.
Keputusan tersebut pun disebut pelatih tim Uber Belanda Martijn van Doormalen sebagai sebuah kekonyolan. "Keputusan BWF untuk mengubah jadwal itu ridiculous, konyol. Ini menunjukkan BWF tidak profesional," tandasnya kepadapara wartawan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Belanda perubahan jadwal ini sangat mendadak. Mereka baru diberitahu ketika tiba di Indonesia hari ini. "Kami baru tiba di Hotel pukul 8 30. Tiba-tiba ada orang BWF yang bilang jadwal kami diubah. Kami mau protes tapi wasit belum datang," ungkapnya.
"Kami baru terima jadwal (lama) 1 minggu lalu. Padahal tim-tim lolos kualifikasi dua-tiga bulan lalu. Seharusnya jadwal bisa disusun sejak lama," tukasnya.
Meski tidak diuntungkan oleh jadwal, tim Belanda optimistis bisa berbicara banyak dalam turnamen kali ini. Apalagi mereka merupakan runner up Piala Uber dua tahun lalu. Ketika itu mereka ditundukkan Cina di partai final.
"Ya, kami tidak meragetkan apa pun tapi kami akan melihat dari partai ke partai. Kami optimsitis bisa mengalahkan Indonesia. Jangankan Indonesia, Cina saja kami lawan," pungkasnya. (roz/key)











































