Belanda Protes, Sebut BWF Tak Profesional

Jelang Thomas-Uber Cup 2008

Belanda Protes, Sebut BWF Tak Profesional

- Sport
Kamis, 08 Mei 2008 17:15 WIB
Belanda Protes, Sebut BWF Tak Profesional
Jakarta - Perubahan jadwal yang kini merugikan tim Uber Belanda langsung menuai protes. Bahkan tim "Negeri Kincir Angin" itu menyebut BWF (Badminton World Federation) tidak profesional dalam menjalankan turnamen kali ini.

Perubahan tersebut berkaitan dengan diubahnya jadwal tanding tim Indonesia. Perubahan tersebut menyebabkan tim Uber Belanda terpaksa bertanding dua kali dalam sehari menggantikan Indonesia.

Keputusan tersebut pun disebut pelatih tim Uber Belanda Martijn van Doormalen sebagai sebuah kekonyolan. "Keputusan BWF untuk mengubah jadwal itu ridiculous, konyol. Ini menunjukkan BWF tidak profesional," tandasnya kepadapara wartawan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka tidak menganggap serius penyelenggaraan turnamen ini. Selain itu mereka tidak menunjukkan mereka hormat terhadap tim peserta. Karena kalau tidak Belanda, ya Indobesia yang akan bermain dua kali sehari," lanjut Van Doormalen.

Bagi Belanda perubahan jadwal ini sangat mendadak. Mereka baru diberitahu ketika tiba di Indonesia hari ini. "Kami baru tiba di Hotel pukul 8 30. Tiba-tiba ada orang BWF yang bilang jadwal kami diubah. Kami mau protes tapi wasit belum datang," ungkapnya.

"Kami baru terima jadwal (lama) 1 minggu lalu. Padahal tim-tim lolos kualifikasi dua-tiga bulan lalu. Seharusnya jadwal bisa disusun sejak lama," tukasnya.

Meski tidak diuntungkan oleh jadwal, tim Belanda optimistis bisa berbicara banyak dalam turnamen kali ini. Apalagi mereka merupakan runner up Piala Uber dua tahun lalu. Ketika itu mereka ditundukkan Cina di partai final.

"Ya, kami tidak meragetkan apa pun tapi kami akan melihat dari partai ke partai. Kami optimsitis bisa mengalahkan Indonesia. Jangankan Indonesia, Cina saja kami lawan," pungkasnya. (roz/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads