Hari Jumat (9/5/2008) siang, empat lapangan yang ada di Istora Senayan, Jakarta, dipakai berlatih oleh tim Cina. Sejak masuk ke arena, wajah para pemain dan pelatih Cina tampak serius. Tidak tampak wajah pelatih kepala Li Yongbo
Setelah melakukan pemanasan, para pemain Cina tak banyak membuang waktu dengan melakukan latihan game. Latihan berjalan serius dan tidak satu pun pemain Cina yang bergurau di tengah lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Cina tampak sangat tertutup terhadap media, terutama dari para wartawan lokal. Melalui liaison officer yang disediakan panitia, Lin Dan dkk menyatakan enggan melakukan wawancara. Kesulitan akibat perbedaan bahasa juga membuat para pemain Cina itu sulit didekati.
Pada akhirnya, hanya tunggal kedua Thomas Cina, Bao Chunlai, yang sedikit angkat bicara. Bao mengaku memiliki kenangan indah dengan Istora karena tahun lalu memecundangi andalan Indonesia, Taufik Hidayat, di semifinal Indonesia Terbuka.
Bao kemudian menilai Taufik tetap seorang lawan yang tangguh. "Taufik seorang pemain yang bagus. Penampilannya susah diprediksi," ujar Bao pendek kepada para peliput.
(arp/din)











































