Tim Thomas Jerman datang ke Jakarta sebagai underdog. Bergabung di Grup D bersama tuan rumah Indonesia dan Thailand, tim yang dikomandoi manajer Martin Kranitz itu tak berharap banyak.
Tak diunggulkan bukan berarti tak boleh bersemangat. Menghadapi Thailand di partai pembuka, Minggu (11/5), Jerman tampil pantang menyerah. Meski pada akhirnya takluk 2-3, Jerman sepertinya tak terlalu kecewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dandanan para suporter itu sudah mirip dengan penonton sepakbola. Di antara mereka ada yang memakai rambut palsu berwarna merah kuning hitam khas Jerman. Beberapa orang terlihat mengenakan kaos timnas sepakbola Der Panzer.
Di partai kelima yang merupakan partai penentuan, para suporter itu meneriakkan nama pemain Jerman, Marcel Reuter, yang sedang bertanding melawan Tanongsak Saensomboonsuk. Reuter akhirnya kalah dan Jerman juga menyerah 2-3. Tapi para suporter itu tetap ramai memberi dukungannya.
Seusai pertandingan, Kranitz mengakui bahwa dukungan penonton itu ikut membantu Jerman memberikan perlawanan berarti kepada Thailand. "Para suporter membantu kami. Itu adalah hasil dari hubungan harmonis antarpemain," tandas Kranitz.
(arp/a2s)











































