Jo/Greysia Tolak Sebutan 'Penentu'

Thomas & Uber Cup 2008

Jo/Greysia Tolak Sebutan 'Penentu'

- Sport
Minggu, 11 Mei 2008 19:33 WIB
Jo/Greysia Tolak Sebutan Penentu
Jakarta - Pasangan Jo Novita/Greysia Polii menjadi kunci kemenangan tim Uber Indonesia dalam partai pertama menghadapi Jepang. Namun Jo/Grace menolak disebut sebagai penentu karena ini adalah kerja tim.

Indonesia sempat tertinggal 0-1 dari Jepang saat Maria Kristin dikalahkan oleh Eriko Hirose dalam partai pertama, Minggu (11/5/2008). Tim 'Merah Putih' kemudian membalikkan keadaan saat Vita Marissa/Lilyana Natsir dan Adriyanti Firdasari menekuk lawan masing-masing.

Kepastian kemenangan didapat saat Jo/Grace menekuk duet Reiko Shirota/Tomomi Matsuda melalui dua set langsung. Saat menggelar konferensi pers, rona bahagia tampak dari muka keduanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terimakasih kepada Tuhan dan juga untuk para penonton. Dukungan kalian semua membuat kami semangat dan bermain habis-habisan tadi," ucap Grace, yang lebih banyak bicara ketimbang Jo.

Jo kemudian membuka tips kemenangannya. "Yang penting konsentrasi. Pasangan Jepang biasanya ulet banget. Tapi kali ini mereka tampaknya tegang. Jadi kami lebih enak mainnya," kata Jo.

Baik Jo maupun Grace dengan kompak menolak disebut sebagai penentu kemenangan. "Kami bukan penentu karena ini kerja tim. Saat Maria (Kristin, tunggal pertama Indonesia) kalah, itu tidak membuat kami jatuh. Kami justru ingin membantu Maria dan tim ini menang," tutur mereka bergantian.

Indonesia di akhir pertandingan menang 4-1 atas Jepang. Di partai kelima, tunggal ketiga Pia Zebadiah berhasil menang dua set langsung 21-19, 21-17 atas Kaori Mori.

Tidak bermainnya partner tetap Shirota, yakni Ogura Kumiko, diakui Grace membantu mereka mengatasi ganda kedua negeri 'Matahari Terbit' itu.

"Sepertinya mereka belum biasa menghadapi penonton. Mereka juga belum terlalu kompak karena terlihat belum terbiasa dengan partner yang sekarang," ungkap Jo.

Setelah meraih kemenangan pertama, Indonesia kini siap menatap partai kedua menghadapi Belanda yang akan dilangsungkan Senin (16/5/2008).

"Kansnya lebih besar daripada bertemu Jepang. Selain Cina, Jepang adalah tim yang hebat dan kuat. Kini kami lebih percaya diri. Yang penting saling percaya dengan rekan setim," pungkas Jo. (key/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads