Di Istora Senayan, Minggu (11/5/2008), Sony yang mendapat dukungan penuh dari publik Istora Senayan justru tak mampu bermain lepas. Pukulan-pukulan yang biasanya akurat, dalam pertandingan tersebut tak jarang out atau terhenti di net.
Sempat tertinggal 0-7 di awal pertandingan Sony akhirnya menyerah dengan 17-21.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa tak puas dengan permainan Sony yang dianggap mengecewakan, tunggal putra pertama Indonesia itu harus menerima sorakan dari penonton usai pertandingan.
(din/din)











































