Simon Sudah Biasa Jadi Penyelamat

Thomas & Uber cup 2008

Simon Sudah Biasa Jadi Penyelamat

- Sport
Senin, 12 Mei 2008 00:19 WIB
Simon Sudah Biasa Jadi Penyelamat
Jakarta - Usai menang atas Pakkawat Vilailak, Simon Santoso pun tampil sebagai penyelamat Indonesia. Namun, ini bukan pertama kalinya ia muncul sebagai pahlawan.

Dalam kedudukan 2-2 dengan Thailand, beban tentu ada di pundak Simon untuk menyelamatkan muka Indonesia. Jika ia kalah berarti target Indonesia untuk menjuarai Grup D musnah sudah. Harapan itu akhirnya terwujud, Simon berhasil menundukkan Vilailak dua set langsung 21-11 21-9.

Simon juga menjadi tunggal putra yang berhasil menang di laga melawan Thailand di babak kualifikasi ini setelah sebelumnya Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat kalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, diakui pemain asal Tegal itu ini bukan pertama kalinya ia menjadi penyelamat. Pada 2006 silam ia juga pernah menjadi penyelamat Indonesia di babak kualifikasi Piala Thomas dan putaran finalnya.

"Saya sudah biasa menjadi penyelamat. Tahun 2006 ketika melawan Thailand di kualifikasi Piala Thomas dan di putaran final ketika melawan Korea," tandasnya.

Simon pun mengaku dirinya tidak merasa terbebani dalam menghadapi pertarungan hidup-mati ini. Dirinya juga mengaku bahwa pelatih Hendrawan banyak menginstruksikan kepadanya untuk tetap tenang.

"Saya hanya mencoba untuk tetap tenang. Pelatih Hendrawan juga membagikan pengalamannya kepada saya dan juga menginstruksikan kepada saya untuk tetap tenang," tukasnya.

Senin (12/5/2008), Indonesia akan kembali bertanding. Kali ini lawannya adalah Jerman yang dalam pertandingan hari ini berhasil ditundukkan oleh Thailand 3-2.

Mengenai kemungkinannya untuk kembali menyumbang poin dalam laga melawan Jerman ia pun hanya menjawab singkat, "Yah, doakan saja," katanya sembari tersenyum.
(key/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads