Jika pada hari pertama kejuaraan tim purti "Merah-Putih" berhasil mengandaskan perlawanan Jepang dengan skor 4-1, maka di hari kedua, Senin (12/5/2008), giliran Belanda yang jadi korban. Tim "Negeri Kincir Angin" mereka cukur dengan skor telak 5-0.
Menanggapi dua kemenangan tersebut Susi pun menganggap bahwa mental para pemain-pemainya kini sudah "jadi".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu tekankan kepada adik-adik (pemain, red) untuk tampil berani. Jangan takut untuk kalah. Kalah atau menang itu urusn belakangan. Saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak sendiri, ada penonton yang selalu mendukung mereka," lanjutnya.
Namun, Susi juga mengingatkan kepada timnya bahwa perjuangan mereka belumlah berakhir. Masih ada partai-partai yang mungkin lebih berat menunggu mereka di babak selanjutnya.
"Ini baru langkah kedua, kita harus tetap fokus. Besok tunggal dan ganda akan kembali berlatih. Mungkin berlatih ringan atau berlatih akurasi pukulan. Yang penting ada kegiatan."
Dengan semangat dan mental baru, Tim Uber Indonesia kini siap untuk menghadapi siapa pun. Susi pun meyakini para pemain akan tampil all-out di partai-partai berikutnya.
"Siapa pun lawannya kita sih siap. Karena kita lihat para pemain kini memiliki motivasi dan sudah tampil all out. Pengurus memang hanya menargetkan sampai semifinal, tetapi mereka ingin menjadi juara," tukasnya.
(key/key)











































